Trenggalek – Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan sejumlah temuan awal, terutama pada kelompok usia sekolah. Hasil sementara mengindikasikan masih rendahnya aktivitas fisik di kalangan pelajar.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek, dr. Sunarto, menyampaikan bahwa program ini ditargetkan menjangkau hampir setengah dari total penduduk pada 2026.
Menurutnya, capaian pemeriksaan untuk anak usia sekolah masih berada pada tahap awal. Meski demikian, data yang terkumpul sudah memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan pelajar di daerah tersebut.
Salah satu temuan dominan adalah kurangnya aktivitas fisik yang dialami sebagian besar siswa. Selain itu, masalah kesehatan gigi juga menjadi perhatian karena cukup banyak ditemukan dalam pemeriksaan.
Dinkes juga mencatat adanya faktor lain seperti paparan asap rokok di lingkungan anak serta kasus kelebihan berat badan, meskipun jumlahnya tidak sebesar temuan utama.
Program CKG dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia. Khusus untuk pelajar, pelaksanaan pemeriksaan akan kembali diintensifkan seiring dimulainya tahun ajaran baru.
Untuk meningkatkan capaian, pemerintah daerah terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kesehatan. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk media digital dan koordinasi lintas sektor.
Selain itu, penguatan layanan di tingkat fasilitas kesehatan juga dilakukan melalui pendampingan, pemantauan rutin, serta evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program.
Dinkes berharap upaya tersebut dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendorong perubahan pola hidup yang lebih sehat, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Dengan demikian, kualitas kesehatan masyarakat di Trenggalek dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
(gun).







