Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

- Pewarta

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Tekanan fiskal mulai memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian kebijakan di sektor kesehatan. Pemerintah Kabupaten Trenggalek kini tidak lagi mampu menanggung seluruh iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari skema bantuan iuran, dan memilih memprioritaskan kelompok paling rentan.

Bupati Mochamad Nur Arifin menegaskan, arah kebijakan saat ini difokuskan pada pasien dengan penyakit berat dan kronis yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Keputusan ini diambil sebagai langkah realistis di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Dalam kondisi seperti sekarang, kami harus memilih. Yang paling membutuhkan harus didahulukan,” ujarnya.

Sebelumnya, saat kapasitas fiskal daerah masih relatif kuat, pemerintah mampu menanggung lebih luas kepesertaan bantuan iuran. Namun, perubahan kondisi anggaran membuat cakupan tersebut harus dipersempit.

Di lapangan, persoalan tidak berhenti pada pembiayaan. Sejumlah warga kerap baru mengetahui status kepesertaan mereka tidak aktif saat hendak berobat. Untuk mengatasi kondisi darurat seperti itu, pemerintah daerah masih membuka ruang reaktivasi melalui dukungan lembaga sosial.

Meski demikian, pola penanganan insidentil ini dinilai belum ideal. Selain tidak memberikan kepastian, mekanisme tersebut juga berisiko menghambat pelayanan kesehatan yang seharusnya bisa diakses tanpa jeda.

Dari sisi kebutuhan anggaran, tekanan yang dihadapi tidak kecil. Untuk menjaga keberlanjutan layanan bagi peserta kelas 3 saja, pemerintah daerah membutuhkan tambahan dana yang cukup signifikan setiap tahunnya. Kondisi ini memaksa dilakukan penataan ulang prioritas belanja daerah.

Di tengah keterbatasan tersebut, Pemkab Trenggalek juga mempercepat pembenahan data penerima bantuan. Integrasi dengan sistem nasional menjadi fokus agar bantuan benar-benar menyasar warga yang berhak.

Langkah ini diperkuat dengan pembentukan posko pendataan terpadu serta pelibatan perangkat desa dalam proses verifikasi. Pemerintah menilai, akurasi data menjadi kunci agar kebijakan yang diambil tidak meleset.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah masih adanya warga yang belum memiliki identitas kependudukan. Kelompok ini berisiko tidak tercatat dalam sistem, sehingga luput dari berbagai program bantuan.

Untuk menjangkau mereka, pemerintah daerah mengintensifkan layanan jemput bola hingga ke desa-desa. Pendataan dilakukan secara langsung untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan.

Dalam situasi transisi ini, pemerintah daerah juga melakukan intervensi sementara bagi warga yang terbukti membutuhkan bantuan mendesak. Skema tersebut dijalankan sambil menunggu pembaruan data nasional rampung.

Kebijakan selektif ini menjadi gambaran nyata tantangan daerah dalam menjaga layanan kesehatan tetap berjalan di tengah tekanan anggaran. Di satu sisi, keterbatasan fiskal tak terelakkan, namun di sisi lain, kebutuhan masyarakat terus mendesak untuk dipenuhi

(gun)

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB