Lumineerdaily.com – Pemerintah Inggris menegaskan posisinya sebagai salah satu aktor diplomasi utama di Timur Tengah dengan mengambil langkah konkret di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, mulai dari Palestina hingga Suriah.
Penguatan peran tersebut ditandai dengan dibukanya kedutaan Palestina di London, menyusul pengakuan resmi Inggris terhadap Palestina pada akhir 2025. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menjaga peluang solusi dua negara dan mendorong proses perdamaian jangka panjang antara Israel dan Palestina.
Menteri Inggris untuk Urusan Timur Tengah, Hamish Falconer, menilai pengakuan terhadap Palestina bukan sebatas simbol politik, melainkan bagian dari strategi diplomatik yang lebih luas. Menurutnya, keberadaan perwakilan diplomatik Palestina di London menjadi sinyal komitmen Inggris dalam membangun dialog yang berimbang di kawasan konflik.
Dalam laporan terbarunya kepada parlemen, Falconer juga menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza yang masih berlangsung. Meski terjadi peningkatan jumlah bantuan yang masuk, ia mengakui berbagai hambatan struktural masih menghalangi distribusi bantuan secara optimal.
Inggris secara terbuka mengkritik pembatasan terhadap lembaga kemanusiaan di Gaza, termasuk larangan beroperasi bagi puluhan organisasi nonpemerintah. Falconer menekankan bahwa proses perdamaian tidak mungkin berjalan tanpa akses kemanusiaan yang bebas dan aman bagi warga sipil.
“Stabilitas kawasan tidak hanya ditentukan oleh kesepakatan politik, tetapi juga oleh perlindungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” kata Falconer dalam pernyataannya.
Selain isu Palestina, Inggris juga mencermati dinamika di Iran. Pemerintah London menyampaikan keprihatinan atas situasi dalam negeri Iran, terutama terkait penanganan demonstrasi dan pembatasan kebebasan sipil. Inggris menegaskan akan terus mendorong penghormatan terhadap hak asasi manusia melalui kerja sama internasional.
Di Yaman, Inggris menyambut baik berbagai inisiatif dialog yang mulai mengemuka. Dukungan terhadap pembicaraan damai dinilai penting untuk mengakhiri konflik berkepanjangan yang telah menimbulkan krisis kemanusiaan serius.
Sementara itu, perkembangan di Suriah juga menjadi perhatian. Inggris mencatat adanya sinyal perubahan sikap pemerintah Suriah, termasuk komitmen terhadap stabilitas keamanan regional dan kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman ekstremisme.
Melalui pendekatan diplomasi aktif di berbagai titik konflik, Inggris menegaskan ambisinya untuk berperan lebih besar dalam mendorong stabilitas dan perdamaian Timur Tengah. Pemerintah London menilai keterlibatan berkelanjutan komunitas internasional menjadi kunci untuk meredam eskalasi dan membangun masa depan kawasan yang lebih aman.







