Iran: Israel Musnah Total Jika Perang Gaza Meluas!

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perang di Gaza antara militer Israel melawan Hamas masih belum ada tanda berhenti. Israel malah ngotot, tak mau melakukan gencatan senjata. “Saatnya perang”, kata Netanyahu. Melihat situasi yang menegangkan di wilayah jalur Gaza itu, sejumlah negara di dunia menyerukan dihentikannya pertempuran.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Ali Bagheri-Kani mengingatkan jika perang di Jalur Gaza meluas, maka hal itu akan menyebabkan musnahnya Israel secara total.

Dilansir Press TV, Selasa (31/10/2023), pernyataan itu disampaikan Bagheri-Kani dalam wawancara dengan televisi lokal Iran yang disiarkan pada Senin (30/10) waktu setempat. Bagheri-Kani mengomentari soal perang yang berkecamuk antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza selama tiga pekan terakhir.

Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Jalur Gaza setelah Hamas menyerang negara Yahudi itu pada 7 Oktober lalu, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.400 orang. Sementara lebih dari 8.300 orang dilaporkan tewas akibat gempuran Israel di Jalur Gaza sejauh ini.

Bagheri-Kani menggambarkan perlawanan yang diberikan Hamas terhadap Israel sebagai ‘gempa bumi yang tidak diperbaiki dalam sistem militer dan keamanan rezim Zionis’.

“Jika perang meluas (lebih jauh), kita tidak bisa mengatakan bahwa Israel akan kalah, karena tidak akan ada lagi yang tersisa dari Israel untuk bisa disebut sebagai pecundang atau pemenang,” cetus Bagheri-Kani dalam pernyataannya.

Pernyataan Bagheri-Kani ini disampaikan setelah Hamas, pada Senin (30/10), mengklaim tank-tank Israel yang maju ke dekat Jalur Gaza terpaksa mundur usai terjadi bentrokan sengit. Hamas juga menyebut bahwa operasi darat yang terbatas oleh Israel mengikuti kegagalan mereka melancarkan operasi luas di Jalur Gaza.

Bagheri-Kani dalam pernyataannya juga menyebut serangan Hamas pada 7 Oktober lalu memicu ‘guncangan dalam sistem intelektual dan strategis dunia Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dan dalam unilateralisme AS’.

“Amerika (sekarang) dilanda kebingungan strategis dan tidak bisa menebak langkah perlawanan selanjutnya untuk mengambil keputusan yang tepat,” ujarnya.

Dalam wawancara ini, Bagheri-Kani juga menyinggung soal pesan-pesan yang disampaikan para pejabat AS kepada Iran, dan menyebut bahwa AS menduga melalui pesan-pesan tersebut, mereka berusaha mencegah konflik meluas.

“Namun, mereka sendiri (AS) adalah pihak utama yang bertanggung jawab atas berlanjutnya dan perluasan konflik melalui dukungan mereka yang tidak terkendali terhadap Zionis,” ucapnya.

“Oleh karena itu, pihak utama yang bertanggung jawab atas kejahatan Zionis, setelah Zionis sendiri, adalah Amerika. Mereka berulang kali mengatakan bahwa mereka mendukung Israel tanpa batasan apapun,” sebut Bagheri-Kani.

Kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan ketegangan setelah perang meletus antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Serangan lintas perbatasan terjadi beberapa kali di wilayah perbatasan Israel dan Lebanon, yang menjadi markas kelompok Hizbullah. Militer Israel juga melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah, yang menargetkan posisi milisi Iran dan infrastruktur militer Damaskus

Berita Terkait

Inggris Perkuat Peran Diplomasi Global, Dorong Akses Kemanusiaan dan Stabilitas Timur Tengah
Koalisi Pimpinan Saudi Akhiri Operasi Militer di Pelabuhan Al Mukalla, Yaman Timur
Rusia Klaim Temukan Data Drone Ukraina yang Menargetkan Kediaman Putin
Malam Tahun Baru Dibayangi Serangan Drone, Warga Rusia dan Ukraina Jadi Korban
Pertahanan Udara Rusia Klaim Gagalkan Puluhan Drone Ukraina di Enam Wilayah
Aktivis Afrika Selatan Soroti Isu HAM dalam Penahanan Pendukung Palestina di Inggris
Pemukim Israel Serbu Peternakan Palestina, 150 Domba Raib dan Pekerja Dianiaya
Emas Raksasa di Bawah Laut: Temuan China di Laut Kuning Mengubah Peta Kekuatan Mineral Asia

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 06:41 WIB

Inggris Perkuat Peran Diplomasi Global, Dorong Akses Kemanusiaan dan Stabilitas Timur Tengah

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:18 WIB

Koalisi Pimpinan Saudi Akhiri Operasi Militer di Pelabuhan Al Mukalla, Yaman Timur

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:02 WIB

Rusia Klaim Temukan Data Drone Ukraina yang Menargetkan Kediaman Putin

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:44 WIB

Malam Tahun Baru Dibayangi Serangan Drone, Warga Rusia dan Ukraina Jadi Korban

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:50 WIB

Pertahanan Udara Rusia Klaim Gagalkan Puluhan Drone Ukraina di Enam Wilayah

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:37 WIB

Aktivis Afrika Selatan Soroti Isu HAM dalam Penahanan Pendukung Palestina di Inggris

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:29 WIB

Pemukim Israel Serbu Peternakan Palestina, 150 Domba Raib dan Pekerja Dianiaya

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:46 WIB

Emas Raksasa di Bawah Laut: Temuan China di Laut Kuning Mengubah Peta Kekuatan Mineral Asia

Berita Terbaru