Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

- Pewarta

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kondisi jalan di wilayah utara Balai Desa Doroampel, Tulungagung, mulai mengalami kerusakan meski proyek perbaikan baru selesai sekitar satu bulan lalu.

Foto Kondisi jalan di wilayah utara Balai Desa Doroampel, Tulungagung, mulai mengalami kerusakan meski proyek perbaikan baru selesai sekitar satu bulan lalu.

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com Proyek perbaikan jalan di wilayah utara Balai Desa Doroampel, Kabupaten Tulungagung, menjadi perhatian warga setelah kondisi jalan dilaporkan mulai rusak meski baru sekitar satu bulan selesai dikerjakan.

Di sejumlah titik, lapisan aspal terlihat mulai mengelupas. Kondisi itu memicu pertanyaan warga terkait mutu pekerjaan proyek, terlebih proses pengajuan perbaikan jalan disebut sudah berlangsung cukup lama sebelum akhirnya direalisasikan.

Sejumlah warga menyebut usulan perbaikan jalan tersebut telah diajukan sejak 2022. Setelah melalui audit lapangan pada 2024, proyek baru terlaksana pada 2026. Namun belum lama setelah pekerjaan selesai, kerusakan kembali muncul.

“Baru sekitar satu bulan alat berat dibawa pulang, jalan sudah rusak lagi,” tulis seorang warga bernama Wahyu melalui media sosial.

Keluhan serupa juga bermunculan dari warga lain yang menilai hasil pekerjaan belum menunjukkan kualitas yang diharapkan. Beberapa menyebut permukaan aspal tampak tipis dan mulai terkelupas dalam waktu relatif singkat.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Beny Arieasandi, ST, mengatakan perbaikan masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.

Menurutnya, proyek tersebut memang telah selesai dikerjakan, namun pembayaran belum dilakukan sepenuhnya.

“Informasi dari PPK sebelum saya menjabat, pekerjaan tersebut sudah selesai. Tetapi termin pembayaran masih belum dibayarkan. Rekanan juga sudah dihubungi untuk segera melakukan perbaikan,” kata Beny, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung belum menyelesaikan pembayaran 100 persen kepada pihak pelaksana. Dengan demikian, kontraktor masih memiliki kewajiban memperbaiki hasil pekerjaan yang mengalami kerusakan.

“Karena pembayaran belum 100 persen, maka tanggung jawab perbaikan tetap ada di pihak rekanan. Mereka sudah kami minta segera menindaklanjuti,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Dinas PUPR, proyek tersebut dikerjakan oleh CV Mitra Razulka Sakti.

Pernyataan itu sekaligus menjawab pertanyaan publik terkait siapa pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan dini pada proyek jalan tersebut. Kini perhatian masyarakat tertuju pada tindak lanjut perbaikan yang akan dilakukan kontraktor.

Warga berharap penanganan tidak berhenti pada tambal sulam sementara, melainkan evaluasi menyeluruh agar kualitas jalan benar-benar sesuai standar.

Kasus ini juga kembali memunculkan tuntutan agar pengawasan proyek infrastruktur diperketat, terutama pada pekerjaan yang dibiayai anggaran publik. Bagi masyarakat, keberhasilan proyek bukan hanya soal pekerjaan selesai di atas kertas, tetapi juga daya tahan dan manfaat nyata yang bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Jika kerusakan muncul hanya dalam hitungan minggu, publik menilai wajar bila muncul pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan, pengawasan lapangan, hingga kesesuaian spesifikasi teknis pekerjaan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak CV Mitra Razulka Sakti terkait jadwal maupun metode perbaikan yang akan dilakukan.

(gun/Wek)

Berita Terkait

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus
Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun
Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah
Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat
Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses
Jelang Idul Adha, Permintaan Hewan Kurban dari Tulungagung Melonjak, Ratusan Ternak Dikirim ke Luar Pulau
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:20 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Minta Masyarakat Waspada Kotoran Tikus

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:33 WIB

Warga Tulungagung Meninggal akibat Leptospirosis, Dinkes Catat 11 Kasus Positif Sejak Awal Tahun

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:09 WIB

Jalan Doroampel Rusak Lagi Padahal Baru Sebulan Selesai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:11 WIB

Mayoritas SPPG di Tulungagung Belum Penuhi Standar IPAL, Warga Berpotensi Terdampak Limbah

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:53 WIB

Hadiri HUT PPNI ke-52, Plt Bupati Tulungagung Sampaikan Dukungan untuk Perawat

Senin, 11 Mei 2026 - 02:14 WIB

Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 00:11 WIB

Sekolah Rakyat Tulungagung Ditarget Mulai Dibangun Oktober 2026, Pemkab Kejar Syarat Lahan dan Akses

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB