Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumineerdaily.com, Trenggalek – Penurunan tajam kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Trenggalek sepanjang 2025 belum sepenuhnya menjadi kabar baik. Di tengah tren penurunan tersebut, angka kematian akibat DBD tercatat tidak berubah dibanding tahun sebelumnya.

Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat dua kasus kematian akibat DBD, jumlah yang sama dengan catatan 2024. Kondisi ini menandakan bahwa penurunan penularan belum diikuti perbaikan dalam pencegahan kematian.

Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, dr Sunarto, mengatakan dua kematian tersebut dipicu oleh keterlambatan pasien mendapatkan penanganan medis. Menurut dia, sebagian warga masih menganggap demam tinggi sebagai keluhan biasa sehingga menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

“DBD tidak bisa disamakan dengan demam biasa. Kalau terlambat ditangani, pasien bisa masuk fase kritis dalam waktu singkat,” kata dr Sunarto, Senin (5/1/2026).

Evaluasi dinas kesehatan menyebutkan, lemahnya deteksi dini di tingkat keluarga menjadi faktor dominan. Pasien baru dibawa ke puskesmas atau rumah sakit ketika kondisi sudah memburuk, sehingga risiko komplikasi berat meningkat.

Dinkes menilai keputusan cepat keluarga untuk membawa pasien sejak gejala awal muncul menjadi kunci menekan angka kematian. Gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan muncul bintik merah seharusnya segera diperiksakan.

Di sisi pencegahan, pemerintah daerah terus mengandalkan Gerakan 3M Plus untuk memutus rantai penularan. Upaya ini mencakup pengelolaan tempat penampungan air, pemanfaatan barang bekas, serta perlindungan tambahan dari gigitan nyamuk.

Meski fogging dan penyaluran larvasida masih dilakukan di wilayah endemis, dr Sunarto menegaskan langkah tersebut hanya bersifat respons cepat. “Perubahan perilaku masyarakat tetap menjadi faktor paling menentukan,” ujarnya.

Dinkes Trenggalek mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, terutama di tengah cuaca ekstrem dan musim hujan yang tidak menentu. Penurunan kasus dinilai belum cukup jika masih menimbulkan korban jiwa.

(gn)

Berita Terkait

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan
Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua
Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat
Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna
Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026
Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam
Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026
Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:30 WIB

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan

Rabu, 1 April 2026 - 19:19 WIB

Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua

Rabu, 1 April 2026 - 19:13 WIB

Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 - 19:02 WIB

Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna

Senin, 30 Maret 2026 - 08:29 WIB

Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:49 WIB

Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam

Senin, 30 Maret 2026 - 00:40 WIB

Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:30 WIB

Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

Berita Terbaru