Klaim Investasi Kopi WNA Pakistan di Tulungagung Dipertanyakan Aparat

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung, Lumineerdaily.com – Aparat kepolisian bersama imigrasi menelusuri keberadaan tiga warga negara asing (WNA) asal Pakistan yang mengaku menyiapkan investasi ekspor-impor kopi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu, (17/12 /2025).

Pengawasan dilakukan menyusul laporan warga mengenai aktivitas orang asing di kawasan Perumahan BMW Kepatihan, Kelurahan Kepatihan. Aparat menilai klarifikasi diperlukan untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran keimigrasian maupun potensi gangguan keamanan di lingkungan permukiman.

Dari pemeriksaan awal, ketiga WNA diketahui memiliki paspor dan izin tinggal terbatas (ITAS) yang masih berlaku hingga 2027. Mereka baru menempati rumah kontrakan di wilayah tersebut sejak pertengahan Desember 2025. Namun, saat dimintai penjelasan mengenai rencana usaha, aparat belum menemukan dokumen pendukung yang menunjukkan adanya kegiatan bisnis yang konkret.

“Pengakuannya ada rencana bisnis ekspor-impor kopi,” kata Kasihumas Polres Tulungagung, Ipda Nanang, Jumat, 19/12/2025). Menurut dia, keterangan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Hasil pendalaman sementara oleh imigrasi dan intelijen kepolisian menunjukkan klaim investasi bernilai sekitar Rp 20 miliar itu belum disertai bukti legalitas perusahaan, mitra usaha, maupun aktivitas perdagangan yang dapat diverifikasi. Aparat juga tidak menutup kemungkinan narasi investasi tersebut digunakan sebagai modus tertentu.

Untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, ketiga WNA tersebut kemudian diamankan dan diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas II Blitar. Proses pendalaman difokuskan pada tujuan keberadaan mereka di Tulungagung serta keterkaitan dengan pihak lain yang diduga merekomendasikan tempat tinggal.

Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan pengawasan terhadap aktivitas WNA akan diperkuat melalui koordinasi lintas instansi dan pelibatan perangkat lingkungan. “Langkah ini penting untuk memastikan keberadaan WNA sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Selama proses pengawasan dan pemeriksaan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif.

(GUN).

Berita Terkait

SMPN 2 Tulungagung Raih Juara Madya 2 LKBB KOBAR API S’7 Tingkat Jawa Timur
Lampu Mati Bertahun-tahun, Pasar Ngemplak Tulungagung Penyumbang PAD Dibiarkan Gelap dan Rusak
Kumuh dan Tak Tertata, DPRD Nilai Pasar Ngemplak Luput dari Keseriusan Pemerintah
Iuran Komite SMA Negeri Gondang Jadi Sorotan, Bandingkan dengan Praktik di SMA Kauman
Anggaran Mobil Dinas Miliaran Rupiah di Tulungagung Jadi Sorotan
Polsek Karangrejo Ungkap Kasus Pencurian dengan Kekerasan, Pelaku Diamankan Bersama Barang Bukti
Adik Bupati Tulungagung Duduki Jabatan Strategis RSUD
Tulungagung Galang Donasi Rp151 Juta, Kirim 10 Ton Beras untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:33 WIB

SMPN 2 Tulungagung Raih Juara Madya 2 LKBB KOBAR API S’7 Tingkat Jawa Timur

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:49 WIB

Lampu Mati Bertahun-tahun, Pasar Ngemplak Tulungagung Penyumbang PAD Dibiarkan Gelap dan Rusak

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:10 WIB

Kumuh dan Tak Tertata, DPRD Nilai Pasar Ngemplak Luput dari Keseriusan Pemerintah

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:29 WIB

Anggaran Mobil Dinas Miliaran Rupiah di Tulungagung Jadi Sorotan

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:01 WIB

Polsek Karangrejo Ungkap Kasus Pencurian dengan Kekerasan, Pelaku Diamankan Bersama Barang Bukti

Senin, 5 Januari 2026 - 02:45 WIB

Adik Bupati Tulungagung Duduki Jabatan Strategis RSUD

Senin, 5 Januari 2026 - 02:21 WIB

Tulungagung Galang Donasi Rp151 Juta, Kirim 10 Ton Beras untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 02:02 WIB

Tulungagung Catat Peningkatan Luas Panen Padi, Produksi Beras Surplus 50 Persen

Berita Terbaru