Moskow, Lumineerdaily – Militer Rusia pada Jumat (24/10) malam melancarkan serangan presisi berskala besar terhadap jaringan industri pertahanan dan fasilitas energi di Ukraina. Serangan tersebut disebut sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan Kiev terhadap sasaran sipil di wilayah Rusia.
Dalam pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut operasi tersebut menggunakan senjata jarak jauh berpresisi tinggi berbasis darat serta kendaraan udara nirawak (drone).
“Menanggapi serangan teroris Ukraina terhadap sasaran sipil di Rusia, tadi malam Angkatan Bersenjata Rusia melancarkan serangan berkelompok dengan senjata jarak jauh berpresisi tinggi berbasis darat dan kendaraan udara nirawak terhadap perusahaan-perusahaan kompleks industri militer Ukraina serta fasilitas infrastruktur energi yang mendukung operasinya,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Pihak kementerian menegaskan bahwa seluruh sasaran yang telah direncanakan berhasil dihantam secara akurat. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas strategis yang digunakan untuk mendukung operasi militer Ukraina.
Selain menghantam fasilitas industri pertahanan dan energi, pasukan Rusia juga menyerang peluncur serta kendaraan pengangkut sistem rudal pantai Neptun, lokasi produksi UAV, serta titik penempatan sementara pasukan Ukraina dan tentara bayaran asing di sedikitnya 154 lokasi berbeda.
Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan bahwa kelompok tempur “Tsentr” telah melenyapkan hingga 520 personel militer Ukraina dalam 24 jam terakhir.
“Kerugian angkatan bersenjata Ukraina berjumlah 520 personel militer, tujuh kendaraan tempur lapis baja, dan empat kendaraan bermotor,” ungkap pernyataan tersebut.
Rusia juga melaporkan keberhasilan operasi di sektor lain. Grup Tempur “Vostok” dilaporkan mengeliminasi hingga 320 tentara Ukraina, sementara Grup Tempur “Zapad” menewaskan lebih dari 230 personel. Adapun Grup Tempur “Sever” dan “Yug” masing-masing menewaskan hingga 150 dan 85 prajurit, sedangkan Grup Tempur “Dnepr” mengklaim telah mengeliminasi lebih dari 80 personel Ukraina.
Serangan ini menjadi salah satu operasi terbesar Rusia dalam beberapa pekan terakhir, menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah berlangsung sejak 2022. (Sumber SPUTNIK)







