Kupatan Durenan Tetap Hidup, Tradisi Syawal yang Jadi Magnet Silaturahmi di Trenggalek

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Tradisi Kupatan di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, terus terjaga sebagai bagian dari warisan budaya religius masyarakat setempat. Perayaan yang berlangsung pada bulan Syawal ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi telah berkembang sebagai momentum utama mempererat hubungan sosial.

Berbeda dengan kebiasaan di sejumlah daerah, warga Durenan menjadikan Kupatan sebagai puncak silaturahmi. Suasananya bahkan kerap lebih semarak dibandingkan perayaan Idul Fitri. Ribuan warga, termasuk perantau, memanfaatkan momen ini untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga.

Secara historis, tradisi ini diyakini berakar dari ajaran tokoh agama setempat, Kyai Abdul Masir, yang memperkenalkan kebiasaan tersebut sebagai penanda berakhirnya rangkaian ibadah puasa sunnah di bulan Syawal. Dari lingkungan pesantren, praktik ini kemudian meluas dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat.

Rangkaian kegiatan Kupatan diawali dengan ziarah ke makam para leluhur. Pada puncaknya, warga menggelar arak-arakan ketupat yang disusun dalam bentuk tumpeng, dilanjutkan dengan makan bersama dan tradisi saling berkunjung antarwarga.

Selain nilai religius, Kupatan juga sarat makna filosofis. Ketupat dimaknai sebagai simbol pengakuan kesalahan dan ajakan untuk saling memaafkan. Nilai tersebut diwujudkan dalam kebiasaan berbagi makanan serta membuka rumah bagi tamu yang datang.

Pemerintah daerah turut memberikan perhatian terhadap tradisi ini. Bupati Mochamad Nur Arifin mendorong agar Kupatan masuk dalam agenda wisata daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat potensi wisata religi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Setiap tahun, perayaan Kupatan di Durenan juga berdampak pada meningkatnya kunjungan dari luar daerah. Arus lalu lintas di kawasan tersebut cenderung padat karena tingginya antusiasme masyarakat yang ingin merasakan langsung suasana tradisi.

Di tengah perkembangan zaman, Kupatan tetap menjadi ruang pertemuan antara nilai budaya dan keagamaan. Tradisi ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

(gun).

Berita Terkait

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan
Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua
Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat
Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna
Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026
Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam
Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026
Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:30 WIB

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan

Rabu, 1 April 2026 - 19:19 WIB

Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua

Rabu, 1 April 2026 - 19:13 WIB

Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 - 19:02 WIB

Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna

Senin, 30 Maret 2026 - 08:29 WIB

Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:49 WIB

Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam

Senin, 30 Maret 2026 - 00:40 WIB

Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:30 WIB

Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

Berita Terbaru