Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Indonesia di panggung internasional. Tim Barunastra dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses meraih gelar Grand Champion dalam ajang International RoboBoat Competition 2026 yang digelar di Florida, Amerika Serikat.
Kompetisi tersebut dikenal sebagai salah satu ajang paling kompetitif di bidang pengembangan Autonomous Surface Vehicle (ASV) atau kapal tanpa awak. Dalam lomba itu, Barunastra bersaing dengan 36 tim dari 10 negara, termasuk sejumlah universitas teknologi ternama dunia.
Beberapa kampus bergengsi yang turut ambil bagian antara lain Massachusetts Institute of Technology (MIT), Georgia Institute of Technology, serta Queen’s University. Meski berhadapan dengan para pesaing kuat, tim asal Surabaya itu mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Barunastra ITS berhasil menyapu bersih kategori utama yang dipertandingkan, yakni juara pertama Autonomy Challenge dan Design and Documentation. Tak hanya itu, mereka juga meraih penghargaan Best Technical Design Report berkat kualitas laporan teknis yang dinilai unggul oleh dewan juri.
Pada kategori Autonomy Challenge, kapal otonom yang dikembangkan Barunastra diuji dalam simulasi kondisi pelabuhan pascabencana bertema “Storm Response: Technology in Action for Recovery and Relief”. Dalam skenario tersebut, kapal tanpa awak harus menjalankan misi evakuasi, mendeteksi korban, menghindari puing berbahaya, hingga mengirimkan logistik secara presisi—semuanya dilakukan secara mandiri berbasis sensor dan algoritma navigasi.
Sementara pada kategori Design and Documentation, tim dinilai dari keseluruhan proses perancangan, mulai dari konsep desain, pengembangan sistem, pengujian performa, hingga dokumentasi teknis dan media pendukung proyek. Konsistensi dan kedalaman riset menjadi poin penting yang mengantarkan Barunastra unggul dari tim lain.

Delegasi yang berangkat ke Amerika Serikat terdiri dari mahasiswa lintas disiplin, seperti Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Telekomunikasi, Teknik Informatika, hingga Teknik Sistem Perkapalan dan Teknik Perkapalan. Proyek ini juga melibatkan kolaborasi mahasiswa dari berbagai jurusan lain, mencerminkan sinergi multidisipliner dalam pengembangan teknologi maritim otonom.
Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan posisi ITS sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten melahirkan inovasi di bidang teknologi kelautan dan robotika. Prestasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. (Yon).







