PAD Wisata Trenggalek Terpeleset, DPRD Nilai Disparbud Kehilangan Sense of Crisis

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 05:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Penurunan pendapatan sektor pariwisata di Kabupaten Trenggalek bukan sekadar dampak cuaca atau pelemahan ekonomi. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya kepekaan dan respons Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dalam membaca perubahan lapangan.

Hingga memasuki awal Desember 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata masih tertahan di kisaran 60 persen dari target Rp 9 miliar. Angka itu memicu kekhawatiran DPRD, sebab sisa waktu yang kian sempit membuat peluang menutup target semakin tipis.

Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto, menilai situasi tersebut harus dibaca sebagai alarm keras, bukan dianggap sebagai rutinitas tahunan.

“Kalau pendapatan turun, jangan langsung berlindung di balik alasan cuaca atau ekonomi. Harus ada kajian serius, apa yang salah di internal pengelolaan,” tegasnya.

Menurutnya, penurunan kunjungan wisatawan bisa berakar dari persoalan mendasar, mulai dari kualitas perawatan destinasi, fasilitas yang stagnan, hingga akses menuju kawasan wisata yang kurang diperhatikan.

Namun yang lebih krusial, DPRD juga menyoroti potensi kebocoran dalam pengelolaan pendapatan. Ia menegaskan bahwa lemahnya pengawasan berpotensi membuat PAD bocor tanpa terdeteksi.

“Pengawasan itu bukan formalitas. Inspektorat, ASN, dan dinas teknis punya tanggung jawab memastikan setiap rupiah dari sektor wisata benar-benar masuk kas daerah,” katanya.

Mugianto mengakui faktor eksternal seperti daya beli masyarakat dan munculnya destinasi baru di daerah lain memang memengaruhi arus wisatawan. Namun ia menilai faktor tersebut tidak bisa dijadikan kambing hitam tunggal.

“Kalau semua daerah terdampak, pertanyaannya kenapa penurunan di Trenggalek terasa lebih berat? Ini yang harus dijawab dengan data dan evaluasi, bukan asumsi,” ujarnya.

DPRD pun mendorong Disparbud untuk keluar dari pola kerja administratif dan lebih aktif turun ke lapangan. Kontrol langsung terhadap kondisi destinasi dinilai penting agar persoalan teknis tidak menumpuk hingga berdampak pada pendapatan.

“Kalau hanya menunggu laporan, ya terlambat. Harus sering turun, cek langsung, evaluasi fasilitas, lihat potensi masalah di lapangan,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan agar jajaran terkait tidak bersikap pasrah terhadap tren penurunan. Menurutnya, sektor pariwisata seharusnya adaptif dan responsif terhadap perubahan perilaku wisatawan.

“Jangan menerima kondisi apa adanya. Kalau PAD turun, harus dicari penyebabnya sampai ke akar, lalu dibenahi,” pungkasnya.

Sementara itu, Disparbud Trenggalek mengakui adanya pelemahan sektor pariwisata sepanjang 2025. Plt Kepala Disparbud, Edi Santoso, menyebut kondisi serupa juga dialami sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Namun DPRD menilai, pengakuan tersebut belum cukup tanpa disertai langkah konkret dan strategi pemulihan yang terukur.

Dengan sisa waktu menuju akhir tahun yang kian terbatas, sorotan kini mengarah pada kemampuan Disparbud membuktikan bahwa penurunan PAD bukan akibat kelalaian pengelolaan, melainkan benar-benar faktor eksternal yang telah diantisipasi secara maksimal.

(Gun).

Berita Terkait

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan
Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua
Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat
Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna
Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026
Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam
Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026
Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 19:30 WIB

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan

Rabu, 1 April 2026 - 19:19 WIB

Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua

Rabu, 1 April 2026 - 19:13 WIB

Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 - 19:02 WIB

Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna

Senin, 30 Maret 2026 - 08:29 WIB

Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:49 WIB

Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam

Senin, 30 Maret 2026 - 00:40 WIB

Peta Baru PKB Trenggalek: Lima Kandidat Muncul, DPP Siapkan Seleksi Berlapis hingga Juli 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:30 WIB

Fiskal Terbatas, Bupati Trenggalek Pilih Selamatkan Pasien Kronis: Skema JKN Disisir Ulang

Berita Terbaru