Panglima TNI Minta Semua Pihak Jaga Stabilitas Aceh di Tengah Pemulihan Bencana

- Redaksi

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di Aceh di tengah upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Ia meminta seluruh pihak tidak memanfaatkan situasi darurat untuk melakukan provokasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul insiden pengibaran kain umbul-umbul yang menyerupai atribut Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat pembubaran aksi massa di Kota Lhokseumawe, Aceh. Peristiwa itu sempat memicu ketegangan di lokasi.

“Seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, kementerian, lembaga, dan masyarakat saat ini sedang fokus bekerja bersama membantu korban bencana. Jangan ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu proses ini dengan tindakan provokatif,” kata Agus dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12).

Menurut Agus, stabilitas keamanan menjadi faktor penting agar penanganan bencana dapat berjalan cepat dan efektif, terutama di daerah yang membutuhkan dukungan logistik dan mobilisasi personel dalam jumlah besar.

Ia menegaskan TNI tidak akan mentolerir aksi-aksi yang berpotensi mengganggu keamanan maupun memicu keresahan masyarakat. “Setiap bentuk provokasi yang mengancam stabilitas akan ditindak sesuai aturan,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran menjelaskan bahwa pembubaran aksi di Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Simpang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, dilakukan secara persuasif.

“Tidak ada tindakan kekerasan. Massa menyerahkan kain umbul-umbul yang menyerupai bendera GAM secara sukarela dan kemudian membubarkan diri dengan tertib,” kata Ali Imran.

Aparat keamanan juga mengamankan seorang pria yang diduga berperan sebagai provokator. Dari tangan yang bersangkutan, petugas menemukan tas berisi senjata api jenis pistol serta senjata tajam berupa rencong. Kasus tersebut kini ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di Aceh, agar proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung optimal dan tidak terganggu oleh isu keamanan maupun provokasi.

(gn/yon)

Berita Terkait

Komisi XIII DPR Rapatkan Pemulihan Korban HAM, Libatkan Sejumlah Kementerian
Prajurit Garuda Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi Internasional: Alarm Bahaya bagi Pasukan Perdamaian
RUU Perampasan Aset Dipacu, Komisi III DPR Kumpulkan Pakar: Antara Efektivitas Hukum dan Risiko Penyalahgunaan
Trump Sindir Armada Inggris, Retakan Aliansi Barat Makin Terbuka di Tengah Ketegangan Iran
Lelang Aset Korupsi Maret 2026, KPK Setor Rp10,9 Miliar ke Kas Negara
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Wafat di Usia 84 Tahun, Jejak Pemikir Pertahanan Itu Kini Tinggal Kenangan
Pemerintah Ultimatum Platform Digital: Lindungi Anak atau Hadapi Sanksi
Menag: Anak Tak Cukup Melek Digital, Harus Berakhlak sebelum Masuk Dunia Maya

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 04:38 WIB

Komisi XIII DPR Rapatkan Pemulihan Korban HAM, Libatkan Sejumlah Kementerian

Senin, 30 Maret 2026 - 05:26 WIB

Prajurit Garuda Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi Internasional: Alarm Bahaya bagi Pasukan Perdamaian

Senin, 30 Maret 2026 - 05:06 WIB

RUU Perampasan Aset Dipacu, Komisi III DPR Kumpulkan Pakar: Antara Efektivitas Hukum dan Risiko Penyalahgunaan

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:34 WIB

Trump Sindir Armada Inggris, Retakan Aliansi Barat Makin Terbuka di Tengah Ketegangan Iran

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:54 WIB

Lelang Aset Korupsi Maret 2026, KPK Setor Rp10,9 Miliar ke Kas Negara

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:33 WIB

Mantan Menhan Juwono Sudarsono Wafat di Usia 84 Tahun, Jejak Pemikir Pertahanan Itu Kini Tinggal Kenangan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:10 WIB

Pemerintah Ultimatum Platform Digital: Lindungi Anak atau Hadapi Sanksi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:58 WIB

Menag: Anak Tak Cukup Melek Digital, Harus Berakhlak sebelum Masuk Dunia Maya

Berita Terbaru