Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai melakukan langkah antisipatif menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Bupati Mochamad Nur Arifin meminta seluruh perangkat daerah segera melakukan pendataan terhadap warga asal Trenggalek yang saat ini berada di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi warga serta memudahkan pemerintah daerah memberikan bantuan apabila diperlukan. Pendataan tidak hanya ditujukan bagi pekerja migran, tetapi juga warga yang sedang menjalankan ibadah umrah maupun yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri.
Menurut Arifin, beberapa negara yang menjadi perhatian antara lain wilayah Timur Tengah yang memiliki mobilitas warga Indonesia cukup tinggi. Ia mencontohkan keberadaan warga Trenggalek yang berada di kawasan seperti Dubai, Oman hingga negara yang berada di sekitar kawasan konflik seperti Israel dan Iran.
Pemerintah daerah juga membuka jalur komunikasi bagi keluarga yang memiliki kerabat di wilayah tersebut. Informasi mengenai identitas warga, nomor paspor, serta lokasi tinggal diminta untuk dilaporkan agar dapat diteruskan kepada perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.
Untuk memperkuat koordinasi, Pemkab Trenggalek melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk sekretariat daerah dan dinas teknis. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia serta kedutaan besar Indonesia di negara terkait guna memastikan perlindungan bagi warga yang berada di luar negeri.
Selain memantau perkembangan situasi global, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kondisi ekonomi lokal menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemkab mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti cabai, bawang, serta ketersediaan gas elpiji.
Koordinasi juga telah dilakukan dengan Pertamina untuk memastikan distribusi elpiji di wilayah Trenggalek tetap aman selama masa peningkatan konsumsi menjelang Lebaran.
Di sisi lain, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada tahun 2026. Pengelolaan sumber daya air dan kesiapan sektor pertanian menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi yang digelar pemerintah daerah.
Pengalaman kekeringan pada tahun 2024 menjadi perhatian tersendiri bagi Pemkab Trenggalek. Saat itu, hampir seluruh kecamatan di wilayah tersebut terdampak kekurangan air, sehingga pemerintah daerah ingin memastikan langkah antisipasi dilakukan lebih awal agar dampaknya dapat diminimalkan.
(gun).







