Pemkab Trenggalek Perkuat Tata Kelola Data Lewat MoU dengan BPS

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek, Lumineerdaily.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya meningkatkan tata kelola data daerah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, di Hotel Grand Mercure Malang, Kamis (20/11/2025).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPS Republik Indonesia yang diikuti 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kerja sama ini mengatur penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data dan informasi statistik untuk memperkuat perencanaan dan pembangunan daerah. MoU tersebut sekaligus menjadi implementasi Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

 

Melalui DTSEN, pemerintah menekankan pentingnya akurasi data sebagai dasar penyaluran berbagai intervensi sosial. Program seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), hingga berbagai bantuan lain diharapkan dapat lebih tepat sasaran kepada Keluarga Penerima Manfaat yang berhak.

 

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPS, pemutakhiran DTSEN di Jawa Timur diharapkan lebih selaras dengan kondisi lapangan serta memperkuat integrasi program pemerintah pusat dan daerah.

 

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjelaskan bahwa sejumlah poin dalam MoU sesungguhnya telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui gerakan GERTAK (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan), yang telah berjalan hampir satu dekade.

 

“Kalau tadi bicara masalah SLRT, penggerakan relawan, hingga upgrading data, kita sudah memulainya sembilan tahun lalu lewat gerakan GERTAK. Jadi, apa yang kita tandatangani hari ini adalah sesuatu yang memang sudah kita kerjakan, dan tentu kita optimistis hasilnya akan semakin baik,” ujar Mas Ipin, sapaan akrabnya.

 

Ia menambahkan, kualitas pelayanan publik di Trenggalek diperkirakan meningkat seiring pelaksanaan sensus ekonomi yang dijadwalkan berlangsung tahun depan. “Datanya tentu akan lebih valid, memperkaya apa yang selama ini sudah kita punya,” katanya.

 

Berita Terkait

Trenggalek Raih Penghargaan Nasional Berkat Pengadaan Digital yang Transparan
Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek
PKB Trenggalek Fokus Konsolidasi Internal, Siap Ikuti Aturan Pilkada Apa Pun
Guru Relawan Nonsertifikasi Trenggalek Terancam Tak Tercatat Sistem, DPRD Dorong Terobosan Kebijakan
Pengawasan UMK 2026 Diperketat, Disperinaker Trenggalek Fokus Kepatuhan Perusahaan
Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah
Konflik Tambang Galian C di Trenggalek Buntu, DPRD Siapkan Sidak ke Desa Ngentrong
DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:56 WIB

Trenggalek Raih Penghargaan Nasional Berkat Pengadaan Digital yang Transparan

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:09 WIB

Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:37 WIB

PKB Trenggalek Fokus Konsolidasi Internal, Siap Ikuti Aturan Pilkada Apa Pun

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:26 WIB

Guru Relawan Nonsertifikasi Trenggalek Terancam Tak Tercatat Sistem, DPRD Dorong Terobosan Kebijakan

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:30 WIB

Pengawasan UMK 2026 Diperketat, Disperinaker Trenggalek Fokus Kepatuhan Perusahaan

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:17 WIB

Kasus DBD di Trenggalek Turun, Angka Kematian Tak Berubah

Rabu, 7 Januari 2026 - 05:05 WIB

Konflik Tambang Galian C di Trenggalek Buntu, DPRD Siapkan Sidak ke Desa Ngentrong

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:00 WIB

DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

Berita Terbaru