Madiun, lumineerdaily.com – Pemuda Berdikari Madiun menyatakan sikap tegas menolak kehadiran Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM, di wilayah Madiun Raya apabila agenda yang dibawa dinilai hanya berisi provokasi dan kritik tanpa solusi konkret bagi masyarakat.
Koordinator Pemuda Berdikari Madiun, Supriyadi Begawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap kritik. Namun, kritik yang disampaikan kepada pemerintah harus dilakukan secara bertanggung jawab dan disertai gagasan yang dapat menjadi jalan keluar atas persoalan bangsa.
“Kritik adalah bagian dari demokrasi dan kami menghormatinya. Tetapi kritik yang hanya membangun kegaduhan tanpa solusi nyata tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Bangsa ini membutuhkan gagasan dan kontribusi, bukan sekadar narasi yang memancing emosi publik,” ujar Supriyadi dalam keterangannya.
Menurutnya, ruang diskusi publik seharusnya menjadi sarana pertukaran ide dan pemikiran yang konstruktif untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik. Ia menilai diskusi yang berujung pada provokasi tanpa menawarkan langkah perbaikan justru berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pemuda Berdikari Madiun juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap berada dalam koridor adab, etika, dan nilai-nilai kebangsaan. Kritik kepada pemerintah maupun Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menurut mereka tidak boleh disampaikan dengan cara yang merendahkan atau menghilangkan rasa hormat terhadap lembaga negara.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, adab dan etika harus tetap dijaga. Jangan sampai kebebasan berpendapat berubah menjadi upaya membangun kebencian atau memecah belah persatuan bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Supriyadi menilai saat ini pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sedang berupaya menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat ekonomi nasional, dan mendorong kemajuan Indonesia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat memberikan kritik yang membangun serta mendukung upaya perbaikan bangsa.
Pemuda Berdikari Madiun mengajak seluruh kalangan pemuda untuk tetap kritis, tetapi juga objektif dan bertanggung jawab dalam menyampaikan aspirasi. Mereka menegaskan bahwa Madiun Raya harus tetap menjadi wilayah yang kondusif, menjunjung persatuan, dan tidak menjadi ruang bagi aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat. (gun/red)













