Dua Dekade HIV/AIDS di Tulungagung: 4.498 Kasus Terdeteksi, Dinkes Perkuat Skrining dan Pendampingan ODHA

- Pewarta

Senin, 8 Juni 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kesehatan di Tulungagung memperkuat skrining, pengobatan ARV, dan pendampingan ODHA untuk menekan penularan HIV/AIDS serta meningkatkan kualitas hidup penyintas.

Petugas kesehatan di Tulungagung memperkuat skrining, pengobatan ARV, dan pendampingan ODHA untuk menekan penularan HIV/AIDS serta meningkatkan kualitas hidup penyintas.

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS melalui peningkatan skrining, pengobatan antiretroviral (ARV), serta pendampingan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Langkah tersebut dilakukan untuk menekan penularan sekaligus meningkatkan kualitas hidup penyintas HIV di daerah tersebut.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tulungagung, jumlah kasus HIV/AIDS yang berhasil terdeteksi selama sekitar dua dekade terakhir mencapai 4.498 kasus. Angka itu merupakan akumulasi kasus yang ditemukan sejak HIV/AIDS pertama kali teridentifikasi di Tulungagung sekitar 20 tahun lalu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Aries Setiawan, mengatakan peningkatan jumlah temuan kasus dari tahun ke tahun menunjukkan semakin luasnya jangkauan layanan deteksi dini yang dilakukan pemerintah bersama fasilitas kesehatan.

“Kasus HIV/AIDS yang telah terjaring di Tulungagung selama 20 tahun terakhir mencapai 4.498 kasus,” ujarnya, Senin.

Deteksi Dini Meningkat

Data Dinkes menunjukkan tren penemuan kasus HIV/AIDS cenderung meningkat setiap tahun. Jumlah temuan tertinggi terjadi pada 2018 dengan 392 kasus baru.

Sementara itu, pada triwulan pertama 2026, petugas kesehatan telah menemukan 90 kasus baru melalui berbagai layanan skrining dan pemeriksaan kesehatan.

Meningkatnya jumlah kasus yang terdeteksi tidak selalu menunjukkan peningkatan penularan semata, tetapi juga menggambarkan semakin banyak masyarakat yang mengakses layanan pemeriksaan sehingga status kesehatan mereka dapat diketahui lebih awal.

Deteksi dini menjadi salah satu kunci penting dalam pengendalian HIV/AIDS karena memungkinkan pasien segera mendapatkan terapi dan pendampingan sebelum kondisi kesehatannya memburuk.

Tantangan Kepatuhan Pengobatan

Selain fokus pada penemuan kasus baru, Dinas Kesehatan juga menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan pengobatan ODHA.

Selama periode 2006 hingga 2026, tercatat 1.298 ODHA meninggal dunia. Di sisi lain, terdapat 1.448 ODHA yang menghentikan pengobatan ARV dengan berbagai alasan, mulai dari faktor psikologis, sosial, ekonomi hingga mobilitas pasien.

Padahal, terapi ARV yang dijalani secara rutin terbukti mampu menekan jumlah virus dalam tubuh sehingga memperpanjang harapan hidup pasien dan mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Karena itu, Dinkes bersama jejaring layanan kesehatan dan pendamping terus mengupayakan agar ODHA yang sempat putus pengobatan dapat kembali mengakses layanan kesehatan.

“Kami terus berupaya merealisasikan target eliminasi HIV/AIDS sekaligus menekan angka penularan melalui skrining, pengobatan ARV, dan pendampingan ODHA,” kata Aries.

Perhatian pada Penularan dari Orang Tua ke Anak

Dinas Kesehatan juga tengah melakukan pemantauan terhadap seorang anak yang hidup dengan HIV akibat penularan dari orang tuanya. Kasus tersebut baru diketahui setelah anak memasuki usia anak-anak.

Menurut Aries, pendampingan terhadap anak dan keluarganya terus dilakukan guna memastikan akses pengobatan serta kondisi kesehatannya tetap terjaga.

Kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan HIV sejak dini, terutama bagi ibu hamil dan kelompok berisiko, untuk mencegah penularan dari orang tua kepada anak.

Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

Selain layanan medis, peningkatan edukasi masyarakat masih menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian HIV/AIDS. Stigma terhadap ODHA kerap menjadi hambatan bagi seseorang untuk memeriksakan diri maupun melanjutkan pengobatan.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan skrining HIV yang tersedia di fasilitas kesehatan. Dengan deteksi lebih awal, pasien dapat segera memperoleh terapi yang tepat dan menjalani kehidupan yang lebih produktif.

Upaya deteksi dini, pengobatan berkelanjutan, serta dukungan sosial yang kuat dinilai menjadi fondasi utama dalam mencapai target pengendalian HIV/AIDS sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penyintas di Kabupaten Tulungagung. (gun)

Berita Terkait

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah
Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027
Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?
Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung
Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung
Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?
Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat
Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Maulid Nabi, Ahmad Baharudin Ingatkan ASN Tulungagung Soal Disiplin dan Amanah

Kamis, 10 September 2026 - 00:09 WIB

Paripurna DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin Sampaikan Arah APBD 2027

Senin, 7 September 2026 - 18:54 WIB

Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dipersoalkan, Siapa Sebenarnya yang Bertanggung Jawab?

Senin, 7 September 2026 - 17:58 WIB

Plt Bupati Baharudin Satukan Tiga Pilar dan Masyarakat Jaga Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 17:49 WIB

Baharudin Lantik Pengurus LPTQ dan Kukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXII Tulungagung

Jumat, 4 September 2026 - 14:01 WIB

Fiber Optik Tanpa Izin Menjamur, Sejauh Mana Penertiban Pemkab Tulungagung?

Jumat, 4 September 2026 - 12:34 WIB

Perkuat Perlindungan Sosial, DPRD Tulungagung Bahas Ranperda Bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 14:53 WIB

Bupati Baharudin Ajak Tiga Pilar dan Elemen Masyarakat Jaga Kondusivitas Tulungagung

Berita Terbaru