KEDIRI – Persik Kediri menutup kalender kompetisi 2025 dengan catatan penting, bukan sekadar soal tiga poin. Kemenangan 2-1 atas Persis Solo di Stadion Brawijaya, Sabtu (27/12), menjadi penanda perubahan arah permainan Macan Putih yang mulai menemukan bentuk idealnya.
Di balik skor akhir, laga ini memperlihatkan transformasi Persik dalam mengelola pertandingan. Tim tuan rumah tampil lebih terstruktur, disiplin, dan efisien dibandingkan sejumlah laga sebelumnya. Pendekatan tersebut membuat Persis kesulitan mengembangkan permainan sejak awal.
Gol pembuka lewat penalti Ezra Walian pada menit ke-20 tidak hanya mengubah papan skor, tetapi juga memengaruhi ritme laga. Setelah unggul, Persik tidak terburu-buru, memilih menjaga organisasi permainan sambil menunggu celah di pertahanan lawan.
Keputusan itu terbukti tepat ketika Jose Enrique memanfaatkan situasi rebound di masa injury time babak pertama. Gol kedua Persik lahir dari kesabaran membaca momen, bukan dari permainan terbuka yang berisiko.
Memasuki paruh kedua, Persis Solo mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, rapatnya lini tengah Persik membuat aliran bola tim tamu sering terputus sebelum mencapai area berbahaya. Alih-alih tertekan, Persik justru terlihat nyaman mengontrol tempo hingga akhir pertandingan.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menyebut kemenangan ini sebagai hasil dari proses yang mulai menunjukkan hasil nyata. Menurutnya, perkembangan tim tidak terjadi secara instan, melainkan dibangun dari evaluasi berkelanjutan dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami melihat progres dari minggu ke minggu. Para pemain mulai memahami peran dan tanggung jawabnya di lapangan,” ujarnya usai laga.
Salah satu faktor pembeda dalam pertandingan ini adalah perubahan skema permainan. Persik tidak lagi menggunakan pendekatan yang sama seperti laga sebelumnya, melainkan memilih formasi yang memberi keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Pendekatan tersebut juga dirancang untuk meredam kekuatan individu Persis, terutama di sektor tengah. Dengan menarik pergerakan pemain kunci lawan, Persik mampu membuka ruang dan memutus suplai bola yang menjadi andalan tim tamu.
Kemenangan ini bukan hanya menutup tahun dengan hasil positif, tetapi juga memberi sinyal bahwa Persik Kediri mulai menemukan identitas permainan yang lebih matang. Jika konsistensi ini terjaga, Macan Putih berpotensi melangkah lebih stabil pada fase kompetisi berikutnya.
(gn/bad).







