Jakarta, Lumineerdaily.com – Presiden Prabowo Subianto melantik enam Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Jumat. Penunjukan para duta besar tersebut mencerminkan kombinasi latar belakang, mulai dari diplomat karier hingga figur non-diplomatik.
Empat duta besar berasal dari korps Kementerian Luar Negeri. Mereka adalah Yusron Bahauddin Ambary yang ditempatkan di Aljazair, Okto Dorinus Manik untuk Papua Nugini merangkap Kepulauan Solomon, Hari Prabowo untuk Thailand merangkap UN-ESCAP, serta Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia.
Selain diplomat karier, Presiden menunjuk Gina Yoginda, purnawirawan jenderal bintang dua TNI Angkatan Darat, sebagai Duta Besar RI untuk Korea Utara. Gina sebelumnya pernah menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Strategis TNI dan memiliki pengalaman diplomatik di Afghanistan.
Satu posisi lainnya diberikan kepada Rediyanto Heru Nurcahyo sebagai Duta Besar RI untuk Republik Slowakia. Rediyanto dikenal memiliki latar belakang profesi sebagai musisi.

Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 133 P Tahun 2025. Dalam prosesi pengambilan sumpah, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya loyalitas kepada konstitusi serta etika jabatan dalam menjalankan tugas diplomasi luar negeri.
Upacara pelantikan turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran menteri dan pimpinan lembaga negara.
(DK).







