Produksi Ikan Air Tawar Tulungagung Tembus Rp1,1 Triliun, Sektor Budidaya Jadi Penopang Ekonomi Daerah

- Pewarta

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas budidaya ikan air tawar di Tulungagung menjadi salah satu penopang ekonomi daerah dengan nilai produksi menembus Rp1,1 triliun sepanjang 2025. (Foto dokumentasi komunitas budidaya ikan tawar)

Aktivitas budidaya ikan air tawar di Tulungagung menjadi salah satu penopang ekonomi daerah dengan nilai produksi menembus Rp1,1 triliun sepanjang 2025. (Foto dokumentasi komunitas budidaya ikan tawar)

TULUNGAGUNG, lumineerdaily.com – Sektor budidaya ikan air tawar di Kabupaten Tulungagung menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Dinas Perikanan Tulungagung mencatat total produksi mencapai 53,2 juta kilogram dengan nilai ekonomi menembus Rp1,1 triliun.

Angka tersebut menjadikan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah yang terus tumbuh di tengah kebutuhan pangan dan permintaan pasar yang stabil.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Tulungagung, Dedy Azhar Muhammad, mengatakan produksi ikan air tawar di wilayahnya ditopang lima komoditas utama, yakni lele, patin, gurami, nila, dan gabus.

Menurut dia, Tulungagung saat ini memiliki sekitar 13 ribu pembudidaya, termasuk pelaku usaha ikan hias.

Sebagian besar aktivitas budidaya terkonsentrasi di kawasan dataran rendah seperti Kecamatan Sumbergempol, Boyolangu, Rejotangan, Ngunut, dan Kedungwaru.

“Wilayah pegunungan relatif jarang ditemukan pembudidaya ikan air tawar. Sentra budidaya lebih banyak berada di dataran rendah,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Dari total produksi 53.226.500 kilogram, komoditas gurami dan patin menjadi penyumbang terbesar.

Produksi ikan gurami tercatat mencapai 21 juta kilogram, patin 20 juta kilogram, lele 11 juta kilogram, nila 112 ribu kilogram, dan gabus sekitar 62 ribu kilogram.

Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, hasil budidaya Tulungagung juga didistribusikan ke berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Beberapa komoditas tertentu, terutama patin, juga dipasok ke industri pengolahan.

“Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal dan luar daerah, ikan patin juga dikirim ke pabrik fillet,” kata Dedy.

Dari sisi ekonomi, komoditas gurami menyumbang nilai terbesar dengan Rp497,2 miliar, diikuti patin Rp312,3 miliar dan lele Rp200,9 miliar.

Sementara nila menghasilkan Rp1,7 miliar dan gabus Rp1,9 miliar.

Tak hanya budidaya air tawar, sektor perikanan air payau juga memberi kontribusi tambahan.

Sepanjang 2025, produksi udang vaname di Tulungagung tercatat mencapai 525 ribu kilogram dengan nilai panen sekitar Rp31,5 miliar.

Kenaikan produksi sekitar 9 persen dibanding tahun sebelumnya menunjukkan sektor budidaya perikanan di Tulungagung berkembang konsisten.

Meski demikian, peningkatan produksi juga memunculkan tantangan baru.

Besarnya volume hasil budidaya perlu diimbangi penguatan hilirisasi, akses distribusi, kestabilan harga pakan, hingga pengembangan industri pengolahan agar nilai tambah tidak berhenti di tingkat produksi primer.

Di tengah tekanan ekonomi nasional, capaian ini menunjukkan sektor pangan lokal memiliki potensi besar menjadi penyangga ekonomi daerah apabila dikelola lebih terintegrasi.

Budidaya ikan tidak lagi sekadar sektor penunjang, tetapi mulai menempati posisi penting dalam rantai ekonomi Tulungagung.

(gun)

Berita Terkait

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik
Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW
FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26 WIB

FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Tampung 1000 Siswa Kurang Mampu

Berita Terbaru