Puluhan Kilogram Bahan Petasan Dimusnahkan di Tulungagung, Polisi Tegaskan Bahaya Perakitan Mandiri

- Pewarta

Minggu, 22 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung – Aparat kepolisian bersama tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Jawa Timur melakukan pemusnahan bahan peledak hasil sitaan selama bulan Ramadan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Gunung Cemenung, Kecamatan Rejotangan, dengan pengamanan ketat untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Barang yang dimusnahkan terdiri dari ratusan petasan berbagai ukuran serta puluhan kilogram bubuk mesiu yang sebelumnya diamankan dari sejumlah wilayah di Tulungagung. Seluruhnya merupakan hasil operasi yang dilakukan jajaran Polsek selama kurang lebih satu bulan terakhir.

Proses pemusnahan dilakukan secara hati-hati. Petugas terlebih dahulu memisahkan isi bahan peledak dari rangka petasan, kemudian menghancurkannya dengan metode khusus agar tidak menimbulkan ledakan besar. Area sekitar lokasi juga disterilkan, warga dilarang mendekat demi keselamatan bersama.

Kepolisian menyebut, sebagian besar bahan peledak tersebut berasal dari perakitan mandiri. Para pelaku mendapatkan bahan baku secara terpisah melalui pembelian daring, lalu meraciknya sendiri dengan panduan yang diperoleh dari internet dan media sosial.

Fenomena ini menjadi perhatian serius, karena tidak hanya melibatkan orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Untuk pelaku yang masih di bawah umur, pihak kepolisian memilih pendekatan pembinaan dan menyerahkannya kembali kepada orang tua. Sementara itu, pelaku dewasa diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Meski tidak ada laporan korban jiwa di wilayah Tulungagung tahun ini, polisi tetap mengingatkan bahwa petasan berdaya ledak tinggi sangat berbahaya. Di sejumlah daerah lain, kasus serupa bahkan menimbulkan korban luka hingga meninggal dunia.

Imbauan pun kembali disampaikan kepada masyarakat agar tidak memproduksi maupun memperjualbelikan petasan secara ilegal. Selain melanggar aturan, aktivitas tersebut juga berisiko tinggi terhadap keselamatan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Dengan adanya pemusnahan ini, aparat berharap situasi tetap kondusif, terutama di momen Lebaran. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sekaligus pengingat bahwa tradisi tidak boleh mengabaikan risiko yang bisa berakibat fatal.

(gun).

Berita Terkait

MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik
Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW
FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26 WIB

FRAKSI PKB DPRD TULUNGAGUNG UCAPKAN SELAMAT HARLAH KE-28 PKB

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Tulungagung Dimulai Oktober 2026, Tampung 1000 Siswa Kurang Mampu

Berita Terbaru