Moskow – Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah mengekstrak data penerbangan dari salah satu drone Ukraina yang ditembak jatuh pada akhir Desember 2025. Data tersebut, menurut otoritas Rusia, menunjukkan bahwa target akhir drone itu adalah salah satu fasilitas kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin di wilayah Novgorod.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut pemeriksaan teknis dilakukan terhadap unit navigasi pesawat nirawak (UAV) yang jatuh pada malam 29 Desember 2025. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dinas intelijen Rusia mengklaim berhasil memperoleh berkas misi penerbangan yang tersimpan dalam sistem navigasi drone.
Para ahli berhasil mengekstrak berkas yang berisi rencana penerbangan dari unit navigasi UAV tersebut,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
Berdasarkan hasil dekripsi data, Rusia menyatakan bahwa salah satu fasilitas kediaman presiden Rusia di wilayah Novgorod ditetapkan sebagai tujuan akhir penerbangan drone tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia juga menyebutkan bahwa data hasil dekripsi itu akan diserahkan kepada pihak Amerika Serikat melalui saluran komunikasi yang telah ditetapkan.
Hasil dekripsi mengungkapkan bahwa target akhir serangan tersebut secara spesifik adalah kediaman presiden Rusia,” kata kementerian itu dalam pernyataan terpisah.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Ukraina maupun Amerika Serikat terkait klaim Rusia tersebut.
Konflik Rusia dan Ukraina terus berlangsung sejak 2022, dengan kedua pihak saling melaporkan serangan udara dan penggunaan drone di sejumlah wilayah. Perkembangan terbaru ini menambah daftar ketegangan yang masih menyelimuti hubungan Rusia dengan Ukraina serta negara-negara Barat.
Sumber: Sputnik







