CIKARANG – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mendorong pemerintah memperpanjang layanan Kereta Rel Listrik (KRL) hingga Karawang bahkan Cikampek, Jawa Barat. Menurut dia, pembatasan rute KRL yang saat ini hanya berakhir di Stasiun Cikarang belum sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan industri.
Saan mengatakan Karawang merupakan salah satu pusat industri nasional dengan arus pekerja yang besar setiap hari. Banyak warga Karawang bekerja di Bekasi dan Jakarta, begitu pula sebaliknya. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan dukungan transportasi massal yang efisien dan terjangkau.
“Kalau KRL masuk Karawang, mobilitas masyarakat akan jauh lebih efisien. Arus penumpangnya sangat tinggi,” kata Saan dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/12).
Ia menjelaskan, belum menjangkaunya layanan KRL ke Karawang dan Cikampek bukan karena rendahnya kebutuhan masyarakat, melainkan karena proses elektrifikasi jalur yang belum terealisasi. Saat ini, jalur Cikarang–Cikampek–Karawang masih dilayani kereta berbasis diesel.
Padahal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT PLN telah menandatangani kesepakatan perluasan elektrifikasi pada 20 Oktober 2025. Perluasan tersebut mencakup wilayah di luar Jakarta, termasuk sejumlah jalur di Jawa Barat dan Banten.
Menurut Saan, jalur Cikarang–Cikampek sepanjang sekitar 40 kilometer sudah masuk dalam perencanaan elektrifikasi. DPR RI, kata dia, ingin memastikan agar rencana tersebut tidak berhenti pada tahap desain semata.
“Desainnya sudah ada, rencananya juga sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana percepatannya,” ujar dia.
Ia menilai perpanjangan rute KRL bukan hanya proyek transportasi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan produktivitas ekonomi, mengurangi beban biaya perjalanan pekerja, serta menekan kemacetan dan dampak lingkungan.
DPR RI, kata Saan, berkomitmen mengawal rencana perpanjangan KRL hingga Karawang dan Cikampek agar segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(gn/yon).







