Trenggalek – Perjalanan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Trenggalek mulai terlihat arah yang lebih jelas. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah koperasi dilaporkan telah memasuki tahap siap digunakan, meski belum semuanya benar-benar berjalan aktif di lapangan.
Dari informasi yang dihimpun, ada belasan koperasi yang secara administrasi dan fasilitas sudah dinyatakan siap. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar masih dalam tahap penyesuaian. Aktivitas usaha yang dijalankan pun belum sepenuhnya sesuai dengan konsep awal yang dirancang.
Beberapa koperasi memang sudah mulai membuka layanan, terutama di sektor kebutuhan pokok. Namun, pengembangan unit usaha lain seperti layanan kesehatan ringan atau distribusi produk tertentu masih belum terlihat merata. Kondisi ini membuat fungsi koperasi belum sepenuhnya terasa bagi masyarakat sekitar.
Di sisi lain, bangunan dan sarana pendukung yang telah disiapkan pemerintah menjadi perhatian tersendiri. Ada harapan besar agar fasilitas tersebut tidak hanya berdiri tanpa aktivitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.
Upaya kolaborasi dengan program pemerintah sempat dilakukan, termasuk dalam mendukung penyediaan kebutuhan tertentu. Namun, pelaksanaannya masih menemui tantangan, terutama terkait kesiapan pasokan dan stabilitas kebutuhan di lapangan. Hal ini membuat kerja sama tersebut belum bisa berjalan konsisten.
Pengurus koperasi kini dituntut lebih aktif dalam membaca peluang dan menggerakkan usaha. Tidak hanya menunggu bantuan atau program dari luar, tetapi juga mampu membangun inisiatif dari potensi lokal yang ada di desa masing-masing.
Ke depan, koperasi desa ini diharapkan tidak berhenti sebagai tempat transaksi sederhana. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan bisa berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang hidup tempat distribusi, layanan, hingga penggerak usaha kecil di tingkat desa.
Meski masih dalam tahap awal, geliat ini menjadi sinyal bahwa koperasi desa di Trenggalek sedang berproses. Tinggal bagaimana pengelolaan dan konsistensi ke depan yang akan menentukan, apakah program ini benar-benar memberi dampak atau justru berjalan di tempat.
(Gun).







