Jakarta – Kementerian Koperasi menegaskan peran strategis koperasi desa dalam memperkuat ekonomi lokal sekaligus membuka peluang bisnis baru di sektor komoditas. Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, menyebut seluruh produk lokal, mulai dari cabai, beras, hingga ikan, akan diserap koperasi untuk diproses, dikemas, dan dipasarkan baik di pasar modern maupun diekspor.
“Koperasi desa harus menjadi bagian dari ekosistem industrialisasi, memberikan nilai tambah bagi produk lokal sekaligus mendukung ekonomi masyarakat,” kata Zabadi dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.
Kopdes/Kel Merah Putih hadir sebagai agregator produk mikro dan ultra mikro, memastikan produksi masyarakat desa dapat terserap pasar secara efisien. Selain itu, koperasi desa juga mendorong pengusaha lokal melakukan produksi massal untuk kebutuhan dasar, sehingga ketergantungan pada produk impor dapat dikurangi.
Tidak hanya sebagai penyerap produk lokal, koperasi juga memastikan akses masyarakat terhadap barang subsidi, seperti LPG, beras, dan pupuk, dengan harga sesuai ketetapan pemerintah. “Dengan adanya koperasi, nelayan bisa membeli solar Rp6.800 per liter dan petani mendapatkan pupuk bersubsidi secara resmi,” tambah Zabadi.
Lebih jauh, Kopdes Merah Putih juga ditugaskan menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak, menggunakan bahan baku dari produk lokal. Koperasi desa juga mengonsolidasi peternak sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, menempatkan produksi lokal sebagai prioritas utama dalam penyediaan pangan bergizi.
Demi mempercepat implementasi, Kemenkop bekerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI untuk membangun gerai, gudang, dan sarana pendukung Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia. Targetnya, koperasi ini sudah dapat beroperasi penuh tahun depan.
Peluang bagi investor dan trader: Proses industrialisasi dan modernisasi produk lokal ini berpotensi membuka pasar baru di sektor pangan dan komoditas, baik untuk perdagangan domestik maupun ekspor. Dengan sistem koperasi yang lebih terstruktur, risiko fluktuasi harga akibat tengkulak bisa diminimalkan, menciptakan peluang stabil untuk bisnis dan investasi.
(gn/yon).







