Koperasi Desa Merah Putih Dorong Produk Lokal, Buka Peluang Bisnis dan Investasi Komoditas

- Pewarta

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kementerian Koperasi menegaskan peran strategis koperasi desa dalam memperkuat ekonomi lokal sekaligus membuka peluang bisnis baru di sektor komoditas. Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, menyebut seluruh produk lokal, mulai dari cabai, beras, hingga ikan, akan diserap koperasi untuk diproses, dikemas, dan dipasarkan baik di pasar modern maupun diekspor.

“Koperasi desa harus menjadi bagian dari ekosistem industrialisasi, memberikan nilai tambah bagi produk lokal sekaligus mendukung ekonomi masyarakat,” kata Zabadi dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Kopdes/Kel Merah Putih hadir sebagai agregator produk mikro dan ultra mikro, memastikan produksi masyarakat desa dapat terserap pasar secara efisien. Selain itu, koperasi desa juga mendorong pengusaha lokal melakukan produksi massal untuk kebutuhan dasar, sehingga ketergantungan pada produk impor dapat dikurangi.

Tidak hanya sebagai penyerap produk lokal, koperasi juga memastikan akses masyarakat terhadap barang subsidi, seperti LPG, beras, dan pupuk, dengan harga sesuai ketetapan pemerintah. “Dengan adanya koperasi, nelayan bisa membeli solar Rp6.800 per liter dan petani mendapatkan pupuk bersubsidi secara resmi,” tambah Zabadi.

Lebih jauh, Kopdes Merah Putih juga ditugaskan menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak, menggunakan bahan baku dari produk lokal. Koperasi desa juga mengonsolidasi peternak sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, menempatkan produksi lokal sebagai prioritas utama dalam penyediaan pangan bergizi.

Demi mempercepat implementasi, Kemenkop bekerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI untuk membangun gerai, gudang, dan sarana pendukung Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia. Targetnya, koperasi ini sudah dapat beroperasi penuh tahun depan.

Peluang bagi investor dan trader: Proses industrialisasi dan modernisasi produk lokal ini berpotensi membuka pasar baru di sektor pangan dan komoditas, baik untuk perdagangan domestik maupun ekspor. Dengan sistem koperasi yang lebih terstruktur, risiko fluktuasi harga akibat tengkulak bisa diminimalkan, menciptakan peluang stabil untuk bisnis dan investasi.

(gn/yon).

Berita Terkait

Mulai Juli 2026, Solar Bakal Berubah Jadi B50, Bagaimana Dampaknya ke Harga BBM?
BGN Dorong Kampus Kelola Dapur MBG Mandiri, Dinilai Bisa Jadi Pusat Ekosistem Pangan
Menteri ESDM: Stok Energi Nasional Aman, Pemerintah Cari Cara Kurangi Impor LPG
Dorong Kendaraan Listrik, Mendagri Instruksikan Gubernur Beri Insentif Pajak hingga Nol Persen
Link dan Syarat Daftar Koperasi Merah Putih 2026, Ribuan Lowongan Resmi Dibuka
TNI–Polri & Wartawan Dapat Rumah Subsidi
1.000 Rumah Subsidi untuk Pegawai Dapur MBG Disiapkan, Skema Ringan Jadi Andalan Pemerintah
Cicil Emas Makin Mudah dari Genggaman, BRI–Pegadaian Gaspol Dorong Investasi Digital Rakyat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:21 WIB

Mulai Juli 2026, Solar Bakal Berubah Jadi B50, Bagaimana Dampaknya ke Harga BBM?

Rabu, 29 April 2026 - 18:54 WIB

BGN Dorong Kampus Kelola Dapur MBG Mandiri, Dinilai Bisa Jadi Pusat Ekosistem Pangan

Senin, 27 April 2026 - 19:33 WIB

Menteri ESDM: Stok Energi Nasional Aman, Pemerintah Cari Cara Kurangi Impor LPG

Kamis, 23 April 2026 - 20:22 WIB

Dorong Kendaraan Listrik, Mendagri Instruksikan Gubernur Beri Insentif Pajak hingga Nol Persen

Rabu, 22 April 2026 - 23:19 WIB

Link dan Syarat Daftar Koperasi Merah Putih 2026, Ribuan Lowongan Resmi Dibuka

Minggu, 19 April 2026 - 22:08 WIB

TNI–Polri & Wartawan Dapat Rumah Subsidi

Minggu, 19 April 2026 - 21:49 WIB

1.000 Rumah Subsidi untuk Pegawai Dapur MBG Disiapkan, Skema Ringan Jadi Andalan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 - 09:15 WIB

Cicil Emas Makin Mudah dari Genggaman, BRI–Pegadaian Gaspol Dorong Investasi Digital Rakyat

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB