JAKARTA
Di tengah tingginya antusiasme pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT), Bank Rakyat Indonesia mempercepat langkah digitalnya dengan menghadirkan sistem pembayaran yang sepenuhnya berbasis aplikasi.
Lewat BRImo, peserta UTBK kini tidak lagi bergantung pada antrean panjang di bank atau mesin ATM. Seluruh proses pembayaran dapat dilakukan langsung dari ponsel, dalam hitungan menit.
Langkah ini bukan sekadar penyederhanaan layanan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar BRI dalam mendorong inklusi keuangan digital, khususnya di kalangan generasi muda yang semakin terbiasa dengan layanan serba cepat.
Dari Administrasi ke Efisiensi
Pembayaran UTBK selama ini kerap menjadi titik rawan keterlambatan dalam proses pendaftaran. Keterbatasan akses, antrean, hingga kesalahan administrasi menjadi kendala klasik yang berulang setiap tahun.
Dengan sistem BRIVA yang terintegrasi di BRImo, proses tersebut dipangkas menjadi lebih sederhana: peserta hanya perlu memasukkan kode pembayaran, memverifikasi data, dan menyelesaikan transaksi secara instan.
Direktur Teknologi Informasi BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menyebut digitalisasi ini sebagai upaya untuk menghilangkan hambatan administratif yang kerap mengganggu fokus peserta.
Menurutnya, kemudahan akses pembayaran menjadi penting agar calon mahasiswa bisa lebih berkonsentrasi pada persiapan akademik, bukan pada urusan teknis.
Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Langkah BRI juga memiliki dimensi yang lebih luas. Tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga memperkenalkan ekosistem keuangan digital kepada generasi muda sejak awal.
Dengan semakin banyaknya pelajar yang menggunakan layanan mobile banking, pola transaksi masyarakat perlahan bergeser dari konvensional ke digital.
Namun, di balik kemudahan itu, tantangan tetap ada. Literasi digital dan keamanan transaksi menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan. BRI mengklaim telah menyiapkan sistem keamanan berlapis untuk menjaga data dan transaksi pengguna tetap aman.
Lonjakan Pengguna dan Transaksi
Ekspansi layanan digital ini berjalan seiring dengan pertumbuhan signifikan pengguna BRImo. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna aplikasi ini telah menembus puluhan juta, dengan nilai transaksi mencapai ribuan triliun rupiah.
Angka tersebut menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan digital dalam aktivitas keuangan sehari-hari.
BRImo tidak lagi sekadar aplikasi perbankan, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup digital yang melekat, terutama di kalangan generasi muda.
Persaingan Layanan Digital Makin Ketat
Di tengah kompetisi industri perbankan dan fintech, langkah BRI ini sekaligus menjadi sinyal bahwa layanan pembayaran pendidikan menjadi salah satu arena strategis.
Kemudahan, kecepatan, dan keamanan menjadi faktor pembeda utama dalam menarik pengguna baru, khususnya dari segmen pelajar dan mahasiswa.
Dengan menghadirkan solusi pembayaran UTBK berbasis aplikasi, BRI mencoba mengambil posisi lebih awal dalam membangun loyalitas pengguna muda.
Arah Baru Layanan Perbankan
Transformasi ini menunjukkan bahwa perbankan tidak lagi hanya soal menyimpan dan menyalurkan dana. Peran bank kini meluas menjadi penyedia solusi digital yang terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan.
Bagi peserta UTBK, perubahan ini mungkin terlihat sederhana: cukup membayar dari ponsel. Namun di balik itu, ada pergeseran besar dalam cara layanan keuangan diakses dan digunakan.
Dan bagi BRI, ini bukan sekadar fitur tambahan melainkan investasi jangka panjang untuk menguasai ekosistem digital generasi berikutnya.
(yon)







