BLITAR, lumineerdaily.com – Pemerintah Kota Blitar menemukan belasan sapi yang terindikasi terjangkit parasit cacing saat pemeriksaan kesehatan ternak di Pasar Hewan Dimoro menjelang Idul Adha 2026.
Temuan tersebut didapat dalam inspeksi yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar sebagai bagian dari pengawasan hewan kurban yang mulai ramai diperjualbelikan.
Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan pemeriksaan kesehatan ternak sudah dilakukan sejak awal Mei.
Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, suhu tubuh, hingga pengecekan usia ternak untuk memastikan hewan yang beredar dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat kurban.
“Pengecekan dilakukan mulai dari suhu tubuh, kondisi fisik hingga usia ternak. Ini untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan benar-benar sehat,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sekitar 16 sapi yang menunjukkan indikasi terjangkit parasit cacing jenis helminthiasis.
Hewan yang terindikasi umumnya mengalami penurunan kondisi fisik, seperti tubuh kurus, bulu kusam, mata tampak sayu, serta kondisi perut membesar.
Petugas kemudian melakukan penanganan awal di lokasi, termasuk pemeriksaan lanjutan dan pemberian tindakan pada ternak yang menunjukkan gejala tertentu.
DKPP juga mengingatkan peternak agar lebih disiplin dalam perawatan kesehatan ternak, termasuk pemberian obat cacing secara rutin.
“Kita menemukan parasit cacing jenis helminthiasis pada sejumlah sapi. Untuk hewan yang akan dijadikan kurban, idealnya sudah diberikan obat cacing dua bulan sebelumnya atau rutin setiap dua bulan,” kata Dewi.
Temuan ini menunjukkan bahwa pengawasan kesehatan hewan kurban tidak bisa hanya dilakukan mendekati hari raya.
Sirkulasi ternak yang tinggi menjelang Idul Adha membuat risiko penyebaran penyakit meningkat apabila pengawasan kesehatan tidak berjalan konsisten sejak awal distribusi.
Selain pemeriksaan oleh pemerintah, peternak juga memegang peran penting dalam menjaga kualitas ternak.
Kebersihan kandang, kualitas pakan, sanitasi lingkungan, serta pemeriksaan berkala menjadi faktor dasar yang menentukan kondisi hewan.
Di sisi lain, pembeli juga diimbau tidak hanya mempertimbangkan harga saat memilih hewan kurban.
Kondisi fisik, kelengkapan surat kesehatan, dan hasil pemeriksaan petugas perlu menjadi perhatian agar hewan yang dibeli benar-benar layak.
Menjelang puncak penjualan hewan kurban, DKPP Kota Blitar memastikan pengawasan di pasar hewan dan titik distribusi akan terus dilakukan untuk meminimalkan peredaran ternak yang tidak memenuhi standar kesehatan. (gun)













