Badung – Aparat imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggagalkan upaya masuk seorang buronan internasional asal Inggris yang masuk dalam daftar pencarian Interpol. Pria berinisial SL itu diamankan sesaat setelah tiba dari Singapura.
Penindakan dilakukan di area kedatangan internasional setelah sistem keimigrasian mendeteksi identitas yang bersangkutan sebagai subjek Red Notice. Notifikasi tersebut menandakan bahwa yang bersangkutan sedang diburu aparat penegak hukum lintas negara.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawa, mengatakan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kerja sistem pengawasan terpadu yang terhubung dengan basis data internasional.
“Begitu terdeteksi, petugas langsung melakukan langkah pengamanan sesuai prosedur. Ini bagian dari komitmen kami menjaga pintu masuk negara,” ujarnya, Sabtu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria berusia 45 tahun tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan kejahatan internasional. Ia disebut-sebut terlibat dalam praktik pencucian uang melalui skema perusahaan fiktif yang beroperasi lintas negara.
Meski demikian, otoritas belum merinci lebih jauh terkait perkara yang menjeratnya. Proses hukum selanjutnya kini berada di bawah penanganan aparat kepolisian.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menilai keberhasilan ini menjadi bukti efektivitas sistem pengawasan di pintu masuk internasional, khususnya di Bali yang merupakan salah satu destinasi utama dunia.
Menurutnya, penguatan koordinasi dengan lembaga internasional akan terus dilakukan untuk mencegah masuknya pelaku kejahatan lintas negara ke wilayah Indonesia.
Setelah diamankan, SL langsung diserahkan kepada Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk proses lebih lanjut. Penanganan berikutnya akan mengacu pada mekanisme hukum yang berlaku, termasuk kemungkinan ekstradisi.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa pengawasan keimigrasian tidak hanya berfungsi sebagai administrasi perjalanan, tetapi juga menjadi garda depan dalam menjaga keamanan nasional dari ancaman global.
(YN).







