Aksi di DPRD Ponorogo, Massa Tolak MBG dan Soroti Gaji Guru Honorer Rp250 Ribu

- Pewarta

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan massa dari Konsorsium Ponorogo Bersatu menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Ponorogo menyampaikan aspirasi terkait program MBG dan kesejahteraan guru honorer, Kamis (7/5/2026).

Ratusan massa dari Konsorsium Ponorogo Bersatu menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Ponorogo menyampaikan aspirasi terkait program MBG dan kesejahteraan guru honorer, Kamis (7/5/2026).

Ponorogo, lumineerdaily.com – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium Ponorogo Bersatu menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, Kamis (7/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat di daerah.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan diwarnai orasi bergantian dari perwakilan massa. Sejumlah peserta membawa poster dan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait alokasi prioritas anggaran.

Koordinator aksi, Aang Pariyanto, mengatakan pemerintah perlu lebih jeli melihat kebutuhan masyarakat di tingkat daerah. Menurutnya, masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan, salah satunya kesejahteraan guru honorer.

Ia mencontohkan, masih ada guru honorer di Ponorogo yang menerima penghasilan sekitar Rp250 ribu per bulan. Kondisi tersebut dinilai jauh dari layak, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.

“Masih ada guru honorer di Ponorogo yang menerima gaji sekitar Rp250 ribu per bulan. Ini tentu memerlukan perhatian serius,” ujar Aang saat menyampaikan orasi.

Menurutnya, masyarakat tidak menolak seluruh program pemerintah, namun meminta agar kebijakan disusun berdasarkan kebutuhan paling mendesak di lapangan.

“Pemerintah perlu memastikan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Selain menyampaikan kritik terhadap MBG, massa juga memberikan dukungan terhadap program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Program tersebut dinilai lebih berpotensi mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan usaha dan distribusi ekonomi lokal.

Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menemui langsung peserta aksi dan menerima tuntutan yang dibawa massa. Ia menyatakan aspirasi masyarakat akan diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan masukan.

“Kami menerima aspirasi yang disampaikan hari ini dan akan meneruskannya kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Aksi berlangsung tertib hingga selesai. Massa berharap pemerintah tidak hanya fokus pada program nasional berskala besar, tetapi juga memberi perhatian terhadap persoalan kesejahteraan masyarakat di daerah, termasuk tenaga pendidik non-ASN yang masih menghadapi tantangan ekonomi.

(man)

Berita Terkait

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya
MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:07 WIB

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:25 WIB

Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Berita Terbaru