Enam Orang Meninggal Akibat Pesta Minuman Keras di Jember, Warga Diminta Waspada

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 04:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember – Jumlah korban meninggal dunia akibat pesta minuman keras di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, bertambah menjadi enam orang. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (27/12) malam hingga Minggu (28/12) dini hari, saat delapan orang menggelar pesta di salah satu warung gasebo, membawa sekitar 25 botol arak.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSD dr Soebandi Jember, dr Triwiranto, pasien yang dibawa ke rumah sakit mengalami kerusakan fungsi organ tubuh yang cukup berat. “Beberapa pasien masuk dalam kondisi kritis. Satu pasien perempuan meninggal dunia saat dibawa ke IGD, sementara lainnya menjalani perawatan intensif,” ujarnya, Rabu (31/12).

Dua dari delapan peserta awal dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (28/12), yakni seorang perempuan berinisial MR, warga Kecamatan Patrang, dan seorang personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) berinisial PT. Pada Senin (29/12), tiga orang peserta lainnya, AM, ST, dan SL, juga meninggal dunia. Korban keenam, berinisial MM, meninggal Selasa (30/12) malam setelah sempat dirawat dalam kondisi kritis di RSD dr Soebandi Jember.

Kepala rumah sakit menegaskan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan organ vital seperti hati, ginjal, dan jantung, yang berpotensi menimbulkan kematian mendadak. “Kasus ini menunjukkan betapa berbahayanya mengonsumsi minuman beralkohol, terutama yang dijual secara ilegal atau tanpa label resmi,” jelas dr Triwiranto.

Pihak kepolisian setempat telah melakukan penyelidikan terkait peredaran arak ilegal yang digunakan dalam pesta tersebut. Pemerintah Kabupaten Jember juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman beralkohol dari sumber tidak resmi. Edukasi tentang bahaya alkohol bagi kesehatan dan keselamatan nyawa diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa konsumsi minuman keras secara berlebihan, terutama yang diperoleh dari jalur ilegal, tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berisiko mengancam nyawa. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap dampak alkohol sangat diperlukan untuk mencegah tragedi serupa.

(gg).

Berita Terkait

Ribuan Rekening Scam Diblokir, OJK Akui Dana Korban yang Terselamatkan Masih Minim
KTP Hilang? Ini Panduan Lengkap Mengurus e-KTP Baru, Offline dan Online
Pencarian Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya di Pulau Padar Masih Berlanjut, SAR Temukan Life Jacket
Jakarta Memilih Berdoa: Tahun Baru Tanpa Kembang Api di Tengah Bencana Nasional
Lebaran 2026 Berpotensi Beda Tanggal, Masyarakat Diminta Cermat Atur Mudik dan Libur Panjang
Yayasan IHH dari Turkiye Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
Prabowo Subianto Targetkan Rumah Sakit Canggih di Setiap Kabupaten/Kota dalam Empat Tahun
Gunung Semeru Naik Status Hingga Level IV, Ratusan Warga Dievakuasi

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 16:37 WIB

Ribuan Rekening Scam Diblokir, OJK Akui Dana Korban yang Terselamatkan Masih Minim

Jumat, 2 Januari 2026 - 05:27 WIB

KTP Hilang? Ini Panduan Lengkap Mengurus e-KTP Baru, Offline dan Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 04:33 WIB

Enam Orang Meninggal Akibat Pesta Minuman Keras di Jember, Warga Diminta Waspada

Minggu, 28 Desember 2025 - 17:21 WIB

Pencarian Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya di Pulau Padar Masih Berlanjut, SAR Temukan Life Jacket

Minggu, 28 Desember 2025 - 08:14 WIB

Jakarta Memilih Berdoa: Tahun Baru Tanpa Kembang Api di Tengah Bencana Nasional

Minggu, 21 Desember 2025 - 09:31 WIB

Lebaran 2026 Berpotensi Beda Tanggal, Masyarakat Diminta Cermat Atur Mudik dan Libur Panjang

Kamis, 4 Desember 2025 - 18:26 WIB

Yayasan IHH dari Turkiye Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Rabu, 19 November 2025 - 20:37 WIB

Prabowo Subianto Targetkan Rumah Sakit Canggih di Setiap Kabupaten/Kota dalam Empat Tahun

Berita Terbaru