Jelang Idul Adha 1447 H, Stok Hewan Kurban di Jawa Timur Surplus, Pemprov Jamin Kesehatan dan Distribusi Aman

- Pewarta

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi Hewan qurban

Foto ilustrasi Hewan qurban

Surabaya, lumineerdaily.com – Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan bahkan mengalami surplus. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai bentuk jaminan kepada masyarakat agar dapat beribadah dengan tenang.

“Alhamdulillah, ketersediaan ternak kurban tahun ini sangat mencukupi, bahkan surplus. Ini menjadi jaminan bahwa masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban tanpa kekhawatiran,” ujar Khofifah di Surabaya.

Data Pemprov menunjukkan ketersediaan hewan kurban jauh melampaui kebutuhan. Untuk sapi, tersedia sekitar 629.119 ekor dengan kebutuhan sekitar 70.550 ekor. Kambing mencapai 940.693 ekor dengan kebutuhan 297.900 ekor, sementara domba tersedia 484.468 ekor dengan kebutuhan 58.600 ekor. Adapun kerbau tercatat 1.698 ekor dengan kebutuhan hanya sekitar 10 ekor.

Angka tersebut menunjukkan adanya surplus yang signifikan di seluruh jenis ternak, sekaligus menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung ternak nasional.

Tak hanya memastikan ketersediaan, pemerintah daerah juga memperkuat aspek pengawasan kesehatan hewan. Pemeriksaan dilakukan melalui tahapan ante mortem (sebelum penyembelihan) dan post mortem (setelah penyembelihan) guna menjamin daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal.

Untuk mendukung hal tersebut, ribuan tenaga profesional telah disiagakan. Tercatat ada sekitar 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, serta 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Selain itu, lebih dari 2.600 petugas pemeriksa kesehatan hewan juga dilibatkan.

Dari sisi infrastruktur, Jawa Timur memiliki 208 pasar hewan dan lebih dari 2.300 lapak penjualan ternak kurban. Tersedia pula 133 Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) serta lebih dari 25 ribu titik pemotongan di luar RPH yang telah terdata.

Distribusi ternak antarwilayah juga diawasi ketat. Setiap hewan wajib memenuhi syarat kesehatan, termasuk vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) minimal dosis pertama serta dilengkapi sertifikat veteriner.

Pemprov juga memastikan bahwa kasus penyakit ternak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) mengalami penurunan signifikan hingga April 2026.

Langkah vaksinasi dan pengawasan intensif menjadi kunci pengendalian tersebut. Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terhadap kualitas hewan kurban yang beredar di pasaran.

Selain menjamin kelancaran ibadah, surplus hewan kurban juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi, khususnya bagi peternak lokal. Momentum Idul Adha kerap menjadi puncak permintaan tahunan yang berdampak langsung pada sektor peternakan.

Khofifah menyatakan optimisme bahwa seluruh rangkaian pelaksanaan kurban tahun ini akan berjalan lancar.

“Dengan kesiapan yang matang, kami optimistis pelaksanaan kurban di Jawa Timur berlangsung aman, lancar, dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban di tempat resmi dan memastikan hewan telah melalui pemeriksaan kesehatan. Kesadaran ini dinilai penting untuk menjaga kualitas ibadah sekaligus kesehatan publik.

Dengan ketersediaan yang melimpah, pengawasan ketat, serta kondisi kesehatan ternak yang terkendali, pelaksanaan Idul Adha 1447 H di Jawa Timur diproyeksikan berlangsung tanpa hambatan berarti.

(Udi)

Berita Terkait

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya
MUI dan BNK Tulungagung Gelar Seminar, Plt Bupati Tegaskan Tutup Tuntas Outlet Miras Ilegal, Termasuk Sari Jaya
Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan
Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas
Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan
DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas
DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG
Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:07 WIB

Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Teras Rumah Warga Trenggalek, Polisi Selidiki Pelakunya

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:25 WIB

Realisasi PAD Diskomidag Trenggalek Baru 29,5 Persen, Wajib Retribusi Diimbau Segera Melunasi Tunggakan

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:38 WIB

Ratusan Rumah Berdiri Di Atas Sungai Mati Di Tulungagung, Status Lahannya Belum Jelas

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pemilihan Sekda Tulungagung Masih Tunggu Restu Kemendagri, Tiga Nama Sudah Diserahkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:38 WIB

DPRD Tulungagung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Mulai Dibahas

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:18 WIB

DISHUB TULUNGAGUNG GENCARKAN PENERTIBAN, JUKIR DILARANG TARIK UANG DARI KENDARAAN PLAT AG

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:53 WIB

Pemkab Dan DPRD Tulungagung Sepakati Pertanggungjawaban APBD 2025 Dan Berkomitmen 2026 Lebih baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Wahyu Pratama Alamsyah Resmi Gantikan Sutomo, Duduk di DRPD Tulungagung Lewat PAW

Berita Terbaru