TULUNGAGUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, mendapat respons positif dari masyarakat. Para penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, mengaku puas dengan kualitas menu yang disediakan.
Kegiatan yang terintegrasi dengan layanan Posyandu itu menjadi bagian dari intervensi gizi dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), fase krusial untuk mencegah stunting. Selain pembagian makanan, peserta juga mendapatkan pemantauan kesehatan secara rutin.
Menu yang disajikan terlihat variatif dan seimbang. Dalam satu paket, terdapat nasi putih, ayam kungpao, olahan tempe, telur orak-arik, serta sayuran segar. Komposisi tersebut dinilai cukup memenuhi kebutuhan energi dan protein bagi penerima manfaat sesuai kategori masing-masing.
Salah satu ibu hamil yang hadir mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menyebut menu yang diberikan tidak hanya layak, tetapi juga enak dan jarang bisa disiapkan secara rutin di rumah.
“Kalau seperti ini, kami merasa diperhatikan. Makanannya lengkap, ada lauk dan sayurnya. Biasanya tidak setiap hari bisa seperti ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan ibu menyusui yang datang bersama balitanya. Ia menilai program MBG tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga memberi edukasi tentang pentingnya asupan gizi seimbang.
Petugas Posyandu setempat menjelaskan, pembagian makanan dilakukan dengan penyesuaian porsi. Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui menerima komposisi yang berbeda sesuai kebutuhan nutrisi harian.
“Selain diberikan makanan, kami juga melakukan penimbangan, pengukuran, serta edukasi kepada orang tua. Jadi tidak hanya bagi-bagi makanan, tapi juga pemantauan,” ujar salah satu kader.
Program ini mengacu pada pendekatan pencegahan stunting berbasis komunitas. Dengan keterlibatan Posyandu, distribusi dinilai lebih tepat sasaran karena langsung menyasar kelompok rentan di tingkat desa.
Sejumlah warga berharap program tersebut dapat berjalan berkelanjutan. Mereka menilai kehadiran MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola makan sehat, terutama bagi ibu dan anak.
Di tingkat desa, kegiatan ini mulai menjadi rutinitas yang dinantikan. Bagi sebagian warga, kehadiran menu bergizi gratis bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk perhatian nyata terhadap kesehatan generasi mendatang.
(gun/Wek)







