TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menegaskan komitmennya menghadirkan perencanaan pembangunan yang lebih inklusif melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Kelompok Rentan Lainnya (Musrena Keren) 2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha dan dibuka oleh Pelaksana Harian Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, Kamis (26/2/2026).
Dari sudut pandang kebijakan publik, forum ini menandai pergeseran pendekatan pembangunan daerah. Jika sebelumnya perencanaan lebih banyak berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi makro, kini aspek keadilan sosial dan keberpihakan terhadap kelompok rentan ditempatkan sebagai arus utama.
Musrena Keren menjadi ruang partisipasi yang dirancang untuk memastikan suara perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya benar-benar terakomodasi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Aspirasi yang dihimpun tidak sekadar menjadi catatan, tetapi diarahkan masuk dalam program prioritas perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Syah menekankan bahwa pembangunan tidak boleh menyisakan kelompok mana pun di pinggir kebijakan. Ia menyebut perencanaan yang responsif gender, ramah anak, dan aksesibel bagi penyandang disabilitas sebagai fondasi menuju tata kelola yang berkeadilan.
Forum tersebut juga menghadirkan perwakilan organisasi perempuan, komunitas disabilitas, pegiat perlindungan anak, hingga unsur masyarakat sipil. Diskusi berlangsung dinamis, mulai dari isu layanan kesehatan, akses pendidikan inklusif, hingga peluang pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan.
Pemerintah daerah memandang partisipasi publik sebagai kunci agar kebijakan lebih tepat sasaran. Dengan memperluas ruang dialog, proses perencanaan diharapkan tidak lagi bersifat top-down, melainkan kolaboratif.
Melalui Musrena Keren, Trenggalek menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan fisik, tetapi juga memperkuat keadilan sosial. Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, pendekatan inklusif dinilai menjadi strategi penting untuk memastikan kesejahteraan dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat. (gun).







