Terminal Durenan Terabaikan, Ujian Serius Tata Kelola Aset Daerah

- Pewarta

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK – Nasib Terminal Durenan menjadi potret buram pengelolaan aset daerah yang tak kunjung menemukan arah. Fasilitas publik yang semestinya menjadi simpul mobilitas warga itu kini lebih banyak menyisakan bangunan kosong, halaman tak terurus, dan aktivitas yang jauh dari fungsi awalnya.

Secara kasat mata, infrastruktur terminal menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Permukaan halaman yang tidak rata memicu genangan saat hujan turun. Sejumlah ruang tunggu dan area transit tampak tak terawat. Beberapa sudut bahkan berubah menjadi tempat penyimpanan barang yang tidak jelas asal-usulnya. Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, berdiri bangunan pos pantau yang relatif baru, namun belum sepenuhnya berfungsi optimal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: ke mana arah kebijakan pengelolaan Terminal Durenan?

Dalam perspektif tata kelola aset publik, keberadaan terminal bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah infrastruktur ekonomi. Ketika terminal hidup, perputaran orang mendorong tumbuhnya usaha kecil, jasa angkutan, hingga aktivitas perdagangan. Namun ketika terminal sepi, efek dominonya terasa hingga ke pelaku usaha sekitar.

Beberapa warga sekitar mengaku aktivitas di dalam terminal kini minim. Lapak-lapak yang tersedia tidak sepenuhnya terisi. Fungsi utama sebagai pusat naik-turun penumpang nyaris tak terlihat. Sebaliknya, kawasan tersebut lebih sering dimanfaatkan untuk aktivitas bongkar muat barang dan parkir kendaraan berat.

Padahal, letak Terminal Durenan cukup strategis sebagai simpul pergerakan di wilayah selatan Trenggalek. Dengan perencanaan yang tepat, kawasan ini berpotensi dikembangkan menjadi pusat layanan terpadu, ruang publik produktif, atau sentra ekonomi berbasis UMKM.

Wacana pemanfaatan ulang sebenarnya sempat mencuat dalam beberapa tahun terakhir. Namun hingga kini, belum terlihat langkah konkret yang terukur. Tanpa kejelasan arah, terminal hanya menjadi beban biaya perawatan tanpa nilai tambah signifikan bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek dihadapkan pada pilihan penting: membiarkan aset tersebut terus menyusut nilainya, atau mengambil terobosan yang realistis dan terukur. Revitalisasi tak selalu berarti membangun ulang secara besar-besaran. Penataan fungsi, kerja sama dengan pihak ketiga, hingga integrasi dengan agenda ekonomi desa bisa menjadi alternatif yang lebih adaptif.

Dalam konteks pembangunan daerah, membiarkan aset publik mangkrak bukan sekadar soal estetika, melainkan cerminan efektivitas perencanaan. Terminal Durenan hari ini adalah ujian konsistensi antara perencanaan di atas kertas dan implementasi di lapangan.

Jika tidak segera diambil langkah strategis, terminal itu berisiko menjadi simbol stagnasi. Sebaliknya, bila dikelola dengan visi yang jelas, ia bisa kembali menjadi simpul kehidupan ekonomi warga. Pilihannya kini berada di tangan para pengambil kebijakan.

(gun).

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB