Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memberikan lampu hijau atas penggabungan empat Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Priangan Timur ke dalam PT BPR Nusamba Tanjungsari. Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda nasional penguatan industri perbankan skala mikro agar lebih tangguh dan kompetitif.
Empat BPR yang bergabung dalam proses konsolidasi tersebut masing-masing adalah PT BPR Nusamba Sukaraja, PT BPR Nusamba Plered, PT BPR Nusamba Singaparna, serta PT BPR Mitra Harmoni Indramayu. Seluruh entitas kini resmi berada di bawah pengelolaan PT BPR Nusamba Tanjungsari sebagai bank penerima penggabungan.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, menjelaskan bahwa proses merger telah melalui evaluasi menyeluruh, mulai dari kesiapan permodalan, tata kelola perusahaan, hingga aspek manajemen risiko dan perlindungan nasabah.
“Penguatan kelembagaan BPR penting agar mampu bersaing dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil,” ujarnya dalam keterangan resmi di Tasikmalaya, Kamis.
Dengan efektifnya penggabungan tersebut, seluruh hak dan kewajiban dari masing-masing BPR yang dilebur otomatis beralih kepada PT BPR Nusamba Tanjungsari. OJK memastikan tidak ada perubahan terhadap hak nasabah, termasuk simpanan dan fasilitas kredit yang telah berjalan.
Langkah konsolidasi ini dinilai strategis di tengah dinamika ekonomi nasional. OJK menekankan bahwa industri BPR memiliki peran vital dalam mendukung pembiayaan sektor riil, terutama UMKM di daerah. Melalui struktur yang lebih solid, BPR diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Secara kinerja, industri BPR dan BPR Syariah di kawasan Priangan Timur sepanjang 2025 mencatatkan pertumbuhan positif. Aset, dana pihak ketiga, serta penyaluran kredit mengalami peningkatan tahunan yang stabil, sementara rasio kredit bermasalah tetap dalam batas aman.
Ke depan, OJK menyatakan akan terus mendorong konsolidasi dan transformasi kelembagaan BPR di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat sistem keuangan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (Yon).







