TRENGGALEK – Menjelang Bulan Suci Ramadan 2026, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengambil langkah persuasif untuk memastikan suasana tetap aman dan kondusif. Pendekatan yang dipilih bukan pelarangan, melainkan penguatan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ketertiban selama bulan ibadah.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, yang akrab disapa Mas Ipin, menyampaikan hal tersebut dalam forum sinergi bersama jajaran Forkopimda serta perwakilan berbagai elemen masyarakat. Ia menekankan bahwa Ramadan adalah momentum spiritual yang seharusnya menghadirkan ketenangan, bukan justru memicu potensi gangguan keamanan.
Menurutnya, tradisi seperti menyalakan petasan, ronda sahur, hingga menerbangkan balon udara telah lama menjadi bagian dari dinamika masyarakat. Namun di era sekarang, tradisi itu perlu dijalankan dengan tanggung jawab.
Mas Ipin mencontohkan tradisi menerbangkan balon udara yang kerap muncul saat Ramadan dan Lebaran. Ia tidak melarang, tetapi mengingatkan agar balon tetap diikat sehingga tidak terbang bebas dan berisiko jatuh di permukiman warga atau lahan pertanian.
“Silakan tradisi tetap berjalan. Tapi keselamatan harus jadi prioritas. Jangan sampai balon yang diterbangkan malah memicu kebakaran atau merugikan orang lain,” ujarnya.
Ia juga menyinggung sejumlah peristiwa di daerah lain yang menjadi pelajaran bersama, seperti ledakan akibat petasan yang memakan korban jiwa. Menurutnya, kejadian-kejadian tersebut harus menjadi refleksi agar masyarakat lebih berhati-hati.
Terkait ronda sahur, pemerintah daerah mempersilakan kegiatan itu tetap dilaksanakan sebagai bagian dari budaya membangunkan warga untuk sahur. Namun penggunaan pengeras suara diminta tidak berlebihan agar tidak mengganggu kelompok masyarakat yang membutuhkan waktu istirahat, termasuk anak-anak dan lansia.
Pendekatan ini dinilai sebagai jalan tengah antara menjaga tradisi dan memastikan ketertiban umum. Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap Ramadan tahun ini dapat berlangsung dengan suasana damai, penuh toleransi, dan minim gesekan sosial.
Menutup imbauannya, Mas Ipin mengajak seluruh warga menjadikan Ramadan sebagai momen memperkuat empati serta tanggung jawab sosial. Dengan kesadaran bersama, keamanan dan ketertiban di Trenggalek diharapkan tetap terjaga tanpa harus menghilangkan kearifan lokal yang telah mengakar.
(Gun)







