Terminal Durenan Terabaikan, Ujian Serius Tata Kelola Aset Daerah

- Redaksi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK – Nasib Terminal Durenan menjadi potret buram pengelolaan aset daerah yang tak kunjung menemukan arah. Fasilitas publik yang semestinya menjadi simpul mobilitas warga itu kini lebih banyak menyisakan bangunan kosong, halaman tak terurus, dan aktivitas yang jauh dari fungsi awalnya.

Secara kasat mata, infrastruktur terminal menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Permukaan halaman yang tidak rata memicu genangan saat hujan turun. Sejumlah ruang tunggu dan area transit tampak tak terawat. Beberapa sudut bahkan berubah menjadi tempat penyimpanan barang yang tidak jelas asal-usulnya. Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, berdiri bangunan pos pantau yang relatif baru, namun belum sepenuhnya berfungsi optimal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: ke mana arah kebijakan pengelolaan Terminal Durenan?

Dalam perspektif tata kelola aset publik, keberadaan terminal bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah infrastruktur ekonomi. Ketika terminal hidup, perputaran orang mendorong tumbuhnya usaha kecil, jasa angkutan, hingga aktivitas perdagangan. Namun ketika terminal sepi, efek dominonya terasa hingga ke pelaku usaha sekitar.

Beberapa warga sekitar mengaku aktivitas di dalam terminal kini minim. Lapak-lapak yang tersedia tidak sepenuhnya terisi. Fungsi utama sebagai pusat naik-turun penumpang nyaris tak terlihat. Sebaliknya, kawasan tersebut lebih sering dimanfaatkan untuk aktivitas bongkar muat barang dan parkir kendaraan berat.

Padahal, letak Terminal Durenan cukup strategis sebagai simpul pergerakan di wilayah selatan Trenggalek. Dengan perencanaan yang tepat, kawasan ini berpotensi dikembangkan menjadi pusat layanan terpadu, ruang publik produktif, atau sentra ekonomi berbasis UMKM.

Wacana pemanfaatan ulang sebenarnya sempat mencuat dalam beberapa tahun terakhir. Namun hingga kini, belum terlihat langkah konkret yang terukur. Tanpa kejelasan arah, terminal hanya menjadi beban biaya perawatan tanpa nilai tambah signifikan bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek dihadapkan pada pilihan penting: membiarkan aset tersebut terus menyusut nilainya, atau mengambil terobosan yang realistis dan terukur. Revitalisasi tak selalu berarti membangun ulang secara besar-besaran. Penataan fungsi, kerja sama dengan pihak ketiga, hingga integrasi dengan agenda ekonomi desa bisa menjadi alternatif yang lebih adaptif.

Dalam konteks pembangunan daerah, membiarkan aset publik mangkrak bukan sekadar soal estetika, melainkan cerminan efektivitas perencanaan. Terminal Durenan hari ini adalah ujian konsistensi antara perencanaan di atas kertas dan implementasi di lapangan.

Jika tidak segera diambil langkah strategis, terminal itu berisiko menjadi simbol stagnasi. Sebaliknya, bila dikelola dengan visi yang jelas, ia bisa kembali menjadi simpul kehidupan ekonomi warga. Pilihannya kini berada di tangan para pengambil kebijakan.

(gun).

Berita Terkait

Trenggalek Siapkan Payung Hukum Perlindungan Pekerja, DPRD Mulai Bahas Raperda
Musrena Keren 2026 Tegaskan Arah Pembangunan Inklusif Trenggalek
Bupati Trenggalek Ambil Cuti Ibadah, Pemerintahan Dipastikan Tetap Stabil
DPRD Soroti Iklim Investasi Apotek di Daerah, Dorong Regulasi Lebih Adaptif
DPRD Trenggalek Dorong Perluasan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Lewat Regulasi Baru
Pedagang Pantai Pasir Putih Desak Evaluasi Kebijakan Parkir, Omzet Disebut Turun Hingga 70 Persen
Ramadhan Datang, Pemkab Trenggalek Pilih Pendekatan Dialog untuk Jaga Kondisi Daerah
DPRD Trenggalek Susun Aturan Main Baru Penyusunan Perda, Agar Tak Lagi Asal Usul Judul

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:39 WIB

Trenggalek Siapkan Payung Hukum Perlindungan Pekerja, DPRD Mulai Bahas Raperda

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:25 WIB

Bupati Trenggalek Ambil Cuti Ibadah, Pemerintahan Dipastikan Tetap Stabil

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:59 WIB

DPRD Soroti Iklim Investasi Apotek di Daerah, Dorong Regulasi Lebih Adaptif

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:45 WIB

DPRD Trenggalek Dorong Perluasan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Lewat Regulasi Baru

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:37 WIB

Terminal Durenan Terabaikan, Ujian Serius Tata Kelola Aset Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:20 WIB

Pedagang Pantai Pasir Putih Desak Evaluasi Kebijakan Parkir, Omzet Disebut Turun Hingga 70 Persen

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:09 WIB

Ramadhan Datang, Pemkab Trenggalek Pilih Pendekatan Dialog untuk Jaga Kondisi Daerah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:58 WIB

DPRD Trenggalek Susun Aturan Main Baru Penyusunan Perda, Agar Tak Lagi Asal Usul Judul

Berita Terbaru