Trenggiling Langka Ditemukan di Blitar, Petugas Evakuasi Sebelum Dilepas ke Habitat Alami

- Pewarta

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas melepasliarkan Trenggiling Jawa ke kawasan hutan lindung Wlingi, Blitar, setelah sebelumnya ditemukan warga di area permukiman

Petugas melepasliarkan Trenggiling Jawa ke kawasan hutan lindung Wlingi, Blitar, setelah sebelumnya ditemukan warga di area permukiman

BLITAR, lumineerdaily.com – Seekor Trenggiling Jawa ditemukan warga dikawasan permukiman Kota Blitar dan berhasil diselamatkan sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di kawasan hutan lindung Wlingi, Kabupaten Blitar.

Satwa dilindungi tersebut ditemukan warga pada Sabtu (25/4/2026). Karena khawatir dengan kondisinya, warga kemudian melaporkan penemuan itu kepada petugas pemadam kebakaran setempat.

Trenggiling yang dikenal aktif pada malam hari dan sensitif terhadap gangguan manusia itu selanjutnya diamankan untuk mencegah risiko cedera maupun perdagangan ilegal satwa liar.

Penanganan kemudian dilanjutkan oleh tim gabungan yang melibatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur bersama sejumlah pihak terkait.

Petugas melakukan observasi terhadap kondisi satwa sebelum menentukan lokasi pelepasliaran yang dinilai aman dan sesuai dengan habitat aslinya.

Kawasan hutan lindung Wlingi dipilih karena masih memiliki vegetasi dan daya dukung lingkungan yang cukup baik untuk mendukung kehidupan Trenggiling Jawa di alam bebas.

Saat proses pelepasliaran pada Senin (27/4/2026), trenggiling tersebut sempat diam beberapa saat sebelum akhirnya bergerak perlahan masuk ke area hutan.

Pelepasliaran ini menjadi bagian dari upaya konservasi satwa liar yang terus diperkuat di Jawa Timur, sekaligus menjaga keberlangsungan populasi Trenggiling Jawa yang terus menghadapi ancaman.

Selain perburuan ilegal, kerusakan habitat juga menjadi faktor yang membuat satwa liar semakin sering memasuki kawasan permukiman warga.

Kondisi tersebut dinilai menjadi pengingat penting bahwa keseimbangan ekosistem perlu dijaga agar konflik antara manusia dan satwa liar tidak semakin sering terjadi.

Pemerintah bersama pegiat konservasi juga terus mendorong edukasi kepada masyarakat agar segera melapor ketika menemukan satwa dilindungi dan tidak mencoba memelihara ataupun memperjualbelikannya.

Trenggiling Jawa sendiri termasuk satwa dilindungi yang populasinya terus menurun akibat perdagangan ilegal dan tekanan terhadap habitat alami mereka.

(gun)

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

Khofifah Resmikan Revitalisasi 44 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan dengan Anggaran Rp46,9 Miliar

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB