Trenggalek, Lumineerdaily – Sepanjang Januari hingga November 2025, Satlantas Polres Trenggalek mencatat 50 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Data menunjukkan, kendaraan roda dua menjadi yang paling sering terlibat dalam insiden tersebut.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menyebutkan bahwa setiap bulan terdapat sekitar 30-35 kasus kecelakaan di wilayahnya. Korban kebanyakan berusia 15-30 tahun, termasuk pelajar, yang berada pada rentang usia produktif.
“Hampir semua kecelakaan diawali dengan pelanggaran lalu lintas. Mulai dari berkendara dengan kecepatan tinggi, menerobos lampu merah, melawan arus, hingga mengemudi dalam kondisi mengantuk,” ujar Ridwan, Senin (17/11/2025).
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pihak kepolisian terus melakukan edukasi, termasuk sosialisasi di sekolah-sekolah. Namun, Ridwan menegaskan, membangun kedisiplinan berlalu lintas memerlukan komitmen dari setiap individu.
Sebagai upaya menekan angka kecelakaan, Polres Trenggalek kembali menggelar Operasi Zebra Semeru 2025 selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November. Operasi akan fokus pada pelanggaran seperti pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm standar, melawan arus, dan kendaraan tidak layak pakai.
Penindakan dilakukan melalui tilang elektronik (ETLE) maupun manual. Ridwan menyebutkan, sekitar 95 persen penindakan menggunakan ETLE, sementara sisanya tilang manual.
Ridwan berharap, masyarakat semakin disiplin dan mematuhi aturan berlalu lintas sehingga angka kecelakaan di Trenggalek dapat berkurang.







