DBD Terkonsentrasi di Dua Kecamatan, Trenggalek Hadapi Alarm Dini Musim Hujan 2026

- Pewarta

Kamis, 1 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Trenggalek sepanjang 2025 menunjukkan pola yang tidak merata. Data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) mengungkap, dua kecamatan menjadi episentrum kasus, sekaligus sinyal peringatan dini menjelang musim hujan 2026.

Kecamatan Trenggalek dan Kecamatan Bendungan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi. Hingga 26 Desember 2025, masing-masing mencatat 48 kasus, menjadikannya penyumbang terbesar kasus DBD di tingkat kabupaten.

Kepala Dinkes Dalduk KB Trenggalek, Sunarto, menilai tingginya kasus di dua wilayah tersebut tidak bisa dilepaskan dari kepadatan penduduk dan karakter lingkungan permukiman.

“Dua kecamatan ini menjadi fokus karena kasusnya paling tinggi sepanjang 2025. Kepadatan penduduk dan potensi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti sangat berpengaruh,” ujar Sunarto.

Pola Musiman: Lonjakan Awal Tahun
Dinkes mencatat, lonjakan kasus DBD di Trenggalek terjadi pada Januari–Februari 2025, bertepatan dengan tingginya curah hujan. Kondisi tersebut memicu munculnya banyak genangan air di sekitar permukiman warga, yang menjadi habitat ideal nyamuk penular DBD.

Fakta ini dinilai penting sebagai alarm dini agar pemerintah daerah dan masyarakat lebih siap menghadapi pola serupa di awal 2026.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinkes Dalduk KB Trenggalek menerapkan strategi pengendalian yang lebih terarah. Langkah yang dilakukan antara lain:
Pembagian larvasida (abate) di wilayah rawan, Fogging fokus di daerah endemis saat ditemukan kasus, penguatan edukasi pencegahan melalui puskesmas.

Namun, Sunarto menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama.

“Pengendalian DBD tidak bisa hanya mengandalkan fogging. Peran masyarakat melalui 3M Plus dan satu rumah satu jumantik sangat menentukan,” katanya.

DBD dan Tantangan Kawasan Padat
Kasus DBD yang terkonsentrasi di wilayah padat penduduk memperlihatkan tantangan serius pengelolaan lingkungan perkotaan dan pinggiran kota. Tanpa perubahan perilaku dan kebersihan lingkungan, wilayah-wilayah ini berpotensi kembali menjadi titik merah saat musim hujan.

Dinkes berharap pemetaan wilayah rawan ini dapat menjadi dasar kebijakan pencegahan yang lebih fokus, terukur, dan berkelanjutan, sehingga angka kasus DBD di Trenggalek bisa ditekan pada tahun-tahun mendatang.

(gun).

Berita Terkait

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga
Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek
Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak
Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap
DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS
Pendapatan Pajak Penerangan Jalan Trenggalek Capai Rp20,8 Miliar, Warga Minta Penggunaan Dana Lebih Terbuka
Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun
Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:53 WIB

Komarudin Resmi Jadi Anggota DPRD Trenggalek, Fokus Kawal Anggaran dan Aspirasi Warga

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:46 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Tembus 1 Ton, Jadi Simbol Kepedulian untuk Warga Trenggalek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:34 WIB

Jalan Ngares–Sengon Rusak Bertahun-Tahun, Warga Nilai Pemkab Lambat Bertindak

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:08 WIB

Warga Desak Perbaikan Jalan Ngares–Sengon, DPRD Trenggalek Janjikan Penanganan Bertahap

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:30 WIB

Komisi II DPRD Trenggalek Cek Goa Lowo dan Pantai Prigi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Menurun

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:59 WIB

Komisi IV DPRD Trenggalek Respons Aspirasi GMNI, Soroti Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Infrastruktur Pendidikan

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:40 WIB

Puluhan Sekolah di Trenggalek Belum Punya Kepala Definitif, Jabatan Masih Diisi Plt Berbulan-bulan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB