KEDIRI, Lumineerdaily.com – Kabar duka datang dari Dusun Muning, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), Desy Widyana (40), meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di sebuah apartemen di Hong Kong akhir November 2025.
Ayah korban, Palal (60), masih terpukul menerima kabar tersebut. “Kami pertama kali diberi tahu pada Jumat (28/11) lewat agensi di Hong Kong. Awalnya hanya disebut kecelakaan, tanpa penjelasan rinci,” ujarnya sambil menahan duka. Komunikasi terakhir keluarga dengan Desy terjadi pada Minggu (23/11), sebelum tragedi naas itu.
Di tengah kesedihan, pemerintah hadir memberi kepastian dan dukungan. Pada Rabu (3/12/2025), Tim Family Engagement Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu berkunjung ke rumah duka. Tim yang dipimpin Reza Dharmawan, didampingi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri serta perangkat desa dan kecamatan, menyampaikan belasungkawa sekaligus menjelaskan proses administrasi pemulangan jenazah.
“Kami datang untuk menyampaikan duka yang mendalam. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberi kekuatan,” kata Reza.
Negara menjamin seluruh proses penanganan, mulai dari koordinasi dengan otoritas Hong Kong, kepolisian, rumah sakit, hingga administrasi kematian, ditanggung sepenuhnya tanpa biaya bagi keluarga. Hak-hak keuangan Desy sebagai PMI pun akan difasilitasi pemerintah. Reza menekankan, jika ada pihak yang mengatasnamakan pemerintah dan menarik biaya, keluarga diminta melapor.
Palal berharap pemulangan jenazah bisa segera dilakukan. “Harapannya ya secepatnya. Terima kasih banyak pada pemerintah yang sudah membantu. Semoga tidak ada oknum yang mengganggu,” ungkapnya.
Kemenlu memastikan bahwa untuk wilayah Kediri Raya, Desy Widyana tercatat sebagai satu-satunya korban. Secara nasional, KJRI Hong Kong menyebut sembilan WNI telah teridentifikasi meninggal, sementara sekitar sepuluh lainnya masih dalam proses identifikasi.
Kisah Desy menjadi pengingat pahit akan risiko yang dihadapi para PMI di luar negeri. Di balik upah yang mereka kirim pulang, ada keluarga yang menunggu kabar dan berdoa di kampung halaman. Kepergian Desy meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menegaskan pentingnya dukungan negara bagi warganya di luar negeri.







