Trenggalek, Lumineerdaily.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai memperkuat pertahanan digital untuk menghadapi ancaman kejahatan siber. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemkab menggandeng tenaga white hacker guna meningkatkan sistem pengamanan teknologi informasi, dengan target ambisius nol serangan siber pada 2026.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Trenggalek, Iwan Kukuh Ariffianto, menyebut langkah ini diambil menyusul tren penurunan serangan siber terhadap website resmi pemerintah daerah dalam dua tahun terakhir.
“Serangan siber di Trenggalek cenderung menurun dari tahun ke tahun. Salah satu faktor yang turut memengaruhi adalah berkurangnya aktivitas ilegal daring, termasuk judi online,” kata Iwan, Jumat (19/12/2025).
Ia menjelaskan, kerja sama dengan white hacker dilakukan melalui mekanisme kontrak resmi. Para pakar keamanan siber tersebut bertugas melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap sistem digital milik Pemkab Trenggalek, sekaligus melakukan deteksi dini jika muncul upaya peretasan.
“Keberadaan white hacker memungkinkan respons cepat. Begitu ada indikasi serangan, bisa langsung ditangani sebelum berdampak luas,” ujarnya.
Data Diskominfo menunjukkan, sepanjang tahun 2025 hanya tercatat dua insiden serangan siber, keduanya menyasar website puskesmas. Dalam peristiwa tersebut, peretas mengubah konten informasi layanan kesehatan menjadi iklan jual beli alat kontrasepsi.
Angka tersebut turun signifikan dibandingkan tahun 2024, ketika tercatat 11 serangan siber terhadap website milik Pemkab Trenggalek. Sebagian besar serangan saat itu mengubah tampilan situs pemerintah menjadi media promosi judi online.
Tak hanya itu, Diskominfo juga pernah menghadapi kasus peretasan serius terhadap data milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), di mana pelaku meminta tebusan agar data yang disandera dapat dipulihkan.
Iwan menambahkan, seluruh infrastruktur website instansi di lingkungan Pemkab Trenggalek saat ini dipusatkan di Diskominfo. Namun, pengelolaan admin masing-masing website tetap berada di tangan perangkat daerah terkait.
“Jika terjadi gangguan atau serangan di instansi mana pun, Diskominfo akan turun langsung membantu penanganan teknisnya,” pungkasnya.
(Gunawan )







