Becak Listrik Ubah Cara Hidup Tukang Becak Lansia di Trenggalek

- Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek – Ratusan tukang becak lanjut usia di Kabupaten Trenggalek kini tak lagi harus mengandalkan tenaga fisik sepenuhnya untuk mencari nafkah. Kehadiran becak listrik mulai mengubah pola kerja mereka, dari aktivitas yang berat menjadi lebih ramah usia dan berkelanjutan.

Sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan kepada tukang becak lansia sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis kemanusiaan yang digagas Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto. Program ini menempatkan lansia bukan sebagai kelompok pasif penerima bantuan, melainkan sebagai pelaku ekonomi yang tetap produktif di usia senja.

Penyerahan dilakukan di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Minggu (11/1/2026), dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Mengurangi Beban, Menjaga Martabat

Berbeda dari bantuan bersifat konsumtif, becak listrik diposisikan sebagai alat kerja jangka panjang. Dengan sistem penggerak listrik, tukang becak tidak lagi dipaksa memeras tenaga saat membawa penumpang, terutama di medan menanjak atau jarak jauh.

Perwakilan Yayasan GSN, Nanik S. Deyang, menyampaikan bahwa program ini lahir dari keprihatinan atas realitas sosial di lapangan.

“Masih banyak lansia yang harus bekerja keras di jalan. Becak listrik ini dirancang agar mereka tetap bisa bekerja tanpa mengorbankan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Nanik, Trenggalek menjadi salah satu daerah prioritas karena masih banyak tukang becak berusia di atas 60 tahun yang menggantungkan hidup dari sektor informal.

Infrastruktur Pendukung Disiapkan

Agar bantuan benar-benar fungsional, aspek teknis juga diperhitungkan. Becak listrik tersebut menggunakan daya rendah sehingga bisa diisi ulang di berbagai fasilitas publik.

Pemerintah daerah turut berperan menyediakan titik pengisian baterai di kantor kecamatan maupun fasilitas pemerintahan lainnya. Langkah ini dinilai penting agar penerima tidak terbebani biaya tambahan.

Pengawasan Jadi Kunci Keberlanjutan

Program ini juga disertai pengawasan ketat agar aset tidak disalahgunakan. Yayasan GSN menegaskan pentingnya pendampingan agar becak listrik tetap digunakan sesuai tujuan awal, bukan diperjualbelikan.

Pemerintah daerah pun mengingatkan bahwa keberlanjutan bantuan sangat bergantung pada kedisiplinan penerima dalam menjaga dan merawat aset tersebut.

Lansia Merasakan Perubahan Nyata

Bagi para penerima, becak listrik bukan sekadar alat baru, tetapi simbol perubahan hidup. Ahmad (70), salah satu tukang becak penerima manfaat, mengaku kini bisa bekerja lebih lama tanpa kelelahan berlebih.

“Sekarang badan tidak cepat capek. Saya masih bisa cari nafkah tanpa memaksakan tenaga,” katanya.

Model Bantuan Sosial Baru

Program becak listrik dinilai menjadi contoh pendekatan baru bantuan sosial, yang tidak hanya memberi, tetapi juga menguatkan kemandirian ekonomi. Dengan fokus pada lansia, program ini sekaligus menjawab tantangan penuaan penduduk di sektor informal.

Ke depan, penyaluran becak listrik direncanakan berlanjut berdasarkan pendataan kebutuhan daerah, dengan prioritas tetap pada kelompok usia lanjut yang masih aktif bekerja.

(gun).

Berita Terkait

Polres Trenggalek Bongkar Arisan Fiktif Berbasis WhatsApp, Satu Tersangka Diamankan
Direktur Baru PDAM Trenggalek Dilantik, Bupati Dorong Perbaikan Layanan dan Inovasi Usaha
Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan
Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua
Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat
Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna
Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026
Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 15:59 WIB

Polres Trenggalek Bongkar Arisan Fiktif Berbasis WhatsApp, Satu Tersangka Diamankan

Kamis, 2 April 2026 - 15:48 WIB

Direktur Baru PDAM Trenggalek Dilantik, Bupati Dorong Perbaikan Layanan dan Inovasi Usaha

Rabu, 1 April 2026 - 19:30 WIB

Sekolah Rakyat Mulai Dikembangkan di Trenggalek, Akses Pendidikan Difokuskan untuk Keluarga Rentan

Rabu, 1 April 2026 - 19:19 WIB

Pengadaan Proyek di Trenggalek Masih Tahap Awal, Tender Ditargetkan Mulai Kuartal Kedua

Rabu, 1 April 2026 - 19:13 WIB

Bupati Trenggalek Lantik Sejumlah Pejabat, Penataan Struktur Organisasi Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 - 19:02 WIB

Pendapatan Nyaris Sempurna, Tapi Jalan Masih Jadi PR: LKPJ Trenggalek 2025 Disorot di Paripurna

Senin, 30 Maret 2026 - 08:29 WIB

Dari Meja Domino ke Arena Prestasi, Trenggalek Mulai Cetak Atlet untuk Kejurprov 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 00:49 WIB

Mayat Lansia Ditemukan di Hutan Trenggalek, Polisi Duga Meninggal karena Kondisi Alam

Berita Terbaru