Mentan Amran Sita Ratusan Ton Bawang Ilegal, Negara Tegaskan Perang Terhadap Mafia Pangan

- Pewarta

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pemerintah kembali menunjukkan sikap keras terhadap praktik mafia pangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung memimpin penyitaan ratusan ton bawang bombay ilegal yang disimpan di sebuah gudang kawasan Semarang Utara, Jawa Tengah.

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak lagi mentoleransi impor pangan tanpa prosedur resmi yang berpotensi merugikan petani dan membahayakan ekosistem pertanian nasional.

Dalam operasi bersama aparat penegak hukum, petugas mengamankan ribuan karung bawang bombay yang diduga masuk ke Indonesia tanpa dokumen sah dan tanpa melalui mekanisme karantina.

Ancaman Bukan Sekadar Kerugian Ekonomi

Menteri Pertanian menegaskan, praktik penyelundupan pangan bukan hanya soal pelanggaran administrasi atau kerugian negara dari sisi pajak. Risiko yang lebih besar adalah ancaman biologis terhadap pertanian nasional.

Produk hortikultura ilegal berpotensi membawa penyakit dan organisme pengganggu tumbuhan yang dapat merusak produksi dalam negeri serta menurunkan kepercayaan petani.

“Dalam pertanian, satu barang terkontaminasi bisa berdampak luas. Ini menyangkut keberlangsungan produksi dan semangat petani,” ujar Amran di sela inspeksi lapangan.

Negara Hadir Lindungi Petani

Amran menekankan bahwa sektor pertanian menopang kehidupan ratusan juta masyarakat Indonesia, mulai dari petani hingga peternak. Oleh karena itu, kepentingan nasional tidak boleh dikorbankan demi keuntungan segelintir pihak.

Pemerintah memastikan proses hukum akan berjalan menyeluruh, termasuk menelusuri jaringan distribusi dan aktor yang terlibat di balik masuknya komoditas ilegal tersebut.

“Kami minta aparat mengusut tuntas sampai ke akar. Harus ada efek jera,” tegasnya.

Swasembada Jadi Garis Merah

Langkah penyitaan ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga momentum swasembada pangan. Setelah capaian swasembada beras, Kementerian Pertanian kini fokus memperkuat perlindungan terhadap komoditas strategis lainnya.

Masuknya pangan ilegal dinilai dapat merusak keseimbangan pasar, menekan harga produk lokal, dan memukul petani yang sedang berupaya meningkatkan produksi.

Pesan Keras untuk Mafia Pangan

Kasus bawang bombay ilegal di Semarang menjadi peringatan serius bagi pelaku usaha yang mencoba bermain di jalur gelap. Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan petani dan kedaulatan pangan adalah garis merah yang tidak bisa ditawar.

Dengan pengawasan ketat dan penindakan langsung di lapangan, negara ingin memastikan bahwa pertanian Indonesia tumbuh sehat, adil, dan berkelanjutan.

(gn/yn).

Berita Terkait

51 Biksu Jalan Kaki Lintas Negara Akan Singgah di Nganjuk, Bawa Pesan Perdamaian Menuju Waisak 2026
Ponorogo Tunda Rekrutmen ASN hingga 2027, Fokus Tekan Belanja Pegawai
Tradisi Methik Pari di Glinggang Ponorogo Jadi Wujud Syukur Petani Jelang Panen
Jawa Timur Target Pertahankan Produksi Gabah 10,4 Juta Ton, Ponorogo Jadi Salah Satu Penopang Utama
Bea Cukai Pasuruan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp6,39 Miliar
Pemkab Bangkalan Libatkan Kader Posyandu untuk Validasi Data Penerima Program Makan Bergizi Gratis
539 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Diberangkatkan, Suasana Haru Iringi Pelepasan di GOR Ki Mageti
Kekosongan Kepala Sekolah di Ponorogo, Ratusan Guru Ditunjuk Isi Jabatan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 18:43 WIB

51 Biksu Jalan Kaki Lintas Negara Akan Singgah di Nganjuk, Bawa Pesan Perdamaian Menuju Waisak 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 00:37 WIB

Ponorogo Tunda Rekrutmen ASN hingga 2027, Fokus Tekan Belanja Pegawai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:28 WIB

Tradisi Methik Pari di Glinggang Ponorogo Jadi Wujud Syukur Petani Jelang Panen

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:18 WIB

Jawa Timur Target Pertahankan Produksi Gabah 10,4 Juta Ton, Ponorogo Jadi Salah Satu Penopang Utama

Senin, 27 April 2026 - 19:24 WIB

Bea Cukai Pasuruan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp6,39 Miliar

Senin, 27 April 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Bangkalan Libatkan Kader Posyandu untuk Validasi Data Penerima Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 26 April 2026 - 14:53 WIB

539 Jamaah Calon Haji Asal Magetan Diberangkatkan, Suasana Haru Iringi Pelepasan di GOR Ki Mageti

Rabu, 15 April 2026 - 05:08 WIB

Kekosongan Kepala Sekolah di Ponorogo, Ratusan Guru Ditunjuk Isi Jabatan

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB