PONOROGO, lumineerdaily.com – Produksi gabah kering giling di Jawa Timur pada 2025 ditargetkan mencapai 10,4 juta ton dan menjadi capaian tertinggi di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Angka ini menunjukkan peran besar sektor pertanian Jawa Timur dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi tolok ukur penting untuk tahun-tahun berikutnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Heru Suseno, menyebutkan capaian produksi tersebut tidak lepas dari kerja panjang petani serta dukungan berbagai program pemerintah. Namun, ia menilai tantangan ke depan tidak ringan, terutama terkait perubahan cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi hasil panen.
Salah satu wilayah yang ikut berkontribusi besar adalah Ponorogo. Daerah ini tercatat menyumbang produksi gabah kering giling sekitar 436.000 ton per tahun dan masuk dalam jajaran 10 besar daerah penghasil padi di Jawa Timur. Pemerintah berharap capaian tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga tetap stabil di tahun 2026.
Heru mengingatkan, berdasarkan prediksi BMKG, tahun 2026 masih berpotensi mengalami periode kekeringan yang cukup panjang. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi ketersediaan air untuk lahan pertanian, terutama sawah yang sangat bergantung pada sistem irigasi.
Menurutnya, tantangan utama yang perlu diantisipasi adalah bagaimana memastikan suplai air tetap berjalan meski curah hujan menurun. Karena itu, berbagai langkah teknis terus didorong, mulai dari pemanfaatan mesin pompa air, pembangunan sumur dalam, hingga penguatan jaringan irigasi teknis yang lebih stabil.
Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2025 juga menjalankan program perpompaan sebanyak 2.200 unit yang disebar ke berbagai kabupaten. Program ini ditujukan untuk membantu petani mengatasi keterbatasan air saat musim kemarau sehingga proses tanam dan produksi tidak terhenti.
“Program ini menjadi salah satu upaya agar kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi ketika musim kering berlangsung,” ujar Heru.
Dengan kombinasi dukungan infrastruktur air dan kesiapan petani, pemerintah berharap produksi padi di Jawa Timur tetap terjaga. Tantangan iklim memang tidak bisa dihindari, namun adaptasi di sektor pertanian dinilai menjadi kunci agar ketahanan pangan tetap kuat dari waktu ke waktu.
(man)













