Istambul – Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa persediaan amunisi militernya masih mencukupi untuk mempertahankan operasi tempur yang sedang berlangsung terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, saat melakukan kunjungan ke markas United States Central Command di Tampa, Florida.
Dalam keterangannya, Hegseth menyebut bahwa anggapan pihak Iran yang menilai Amerika Serikat akan kesulitan mempertahankan intensitas operasi militer merupakan perhitungan yang keliru. Ia menegaskan bahwa Washington memiliki kapasitas logistik serta stok persenjataan yang memadai untuk melanjutkan kampanye militer hingga tujuan yang telah ditetapkan tercapai.
Menurut dia, kekuatan militer Amerika Serikat saat ini masih sangat kuat, baik dari sisi persenjataan ofensif maupun sistem pertahanan. Hal itu memungkinkan operasi militer tetap berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama apabila diperlukan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat yang menargetkan sejumlah fasilitas strategis Iran. Dalam tahap awal operasi, militer AS mengklaim telah melakukan serangan presisi terhadap berbagai sasaran yang berkaitan dengan kemampuan pertahanan Iran.
Hegseth juga menyebut sejumlah fasilitas peluncur rudal serta infrastruktur militer Iran telah berhasil dilumpuhkan dalam serangkaian serangan udara. Selain itu, ia menilai pasukan AS telah memperoleh keunggulan udara di beberapa wilayah operasi.
Dalam kesempatan yang sama, Komandan CENTCOM, Brad Cooper, menjelaskan bahwa intensitas operasi militer masih terus ditingkatkan. Ia mengatakan dalam beberapa hari terakhir, pesawat pengebom Amerika Serikat telah menyerang ratusan target yang dianggap berkaitan dengan kemampuan militer Iran.
Menurut Cooper, sejumlah serangan juga melibatkan pesawat pengebom siluman Northrop B-2 Spirit yang digunakan untuk menjatuhkan bom penghancur bunker terhadap fasilitas militer yang berada jauh di bawah tanah.
Selain serangan udara, pasukan AS juga melakukan operasi terhadap kekuatan angkatan laut Iran di kawasan Teluk. Beberapa kapal militer Iran dilaporkan mengalami kerusakan berat atau hancur selama rangkaian operasi tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat membantah laporan yang menyebutkan Iran berhasil menembak jatuh jet tempur AS. Hegseth menyebut klaim tersebut tidak akurat dan menilai informasi tersebut sebagai bagian dari upaya propaganda.
Sementara itu, militer Amerika Serikat menyebut intensitas serangan balasan Iran mulai mengalami penurunan sejak awal operasi berlangsung. Berdasarkan evaluasi militer, jumlah peluncuran rudal balistik maupun drone dari pihak Iran disebut berkurang secara signifikan dibandingkan hari-hari pertama konflik.
Ke depan, operasi militer Amerika Serikat disebut akan difokuskan pada penghancuran fasilitas yang berkaitan dengan produksi rudal Iran. Tujuannya bukan hanya menghentikan kemampuan serangan saat ini, tetapi juga mencegah Iran membangun kembali kekuatan militernya di masa mendatang.
Meski demikian, pejabat militer AS mengakui bahwa upaya tersebut kemungkinan memerlukan waktu yang cukup panjang. Namun mereka memastikan bahwa logistik dan persediaan persenjataan yang dimiliki saat ini dinilai masih cukup untuk melanjutkan operasi.
Sumber: Anadolu





