AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa

- Pewarta

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NATO tengah mengevaluasi dampak rencana penarikan ribuan tentara Amerika Serikat dari Jerman. (Foto: Al Jazeera)

NATO tengah mengevaluasi dampak rencana penarikan ribuan tentara Amerika Serikat dari Jerman. (Foto: Al Jazeera)

Lumineerdaily.com – NATO tengah mempelajari rencana Amerika Serikat yang akan menarik sekitar 5.000 personel militernya dari Jerman dalam beberapa bulan ke depan.

Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya perbedaan pandangan antara Washington dan sejumlah sekutu Eropa terkait dinamika keamanan global, termasuk perkembangan konflik di Timur Tengah.

Aliansi pertahanan Atlantik Utara itu menyatakan masih berkoordinasi dengan pemerintah Amerika Serikat untuk memahami detail keputusan tersebut.

Juru bicara NATO, Allison Hart, mengatakan pembahasan saat ini berfokus pada perubahan postur kekuatan militer AS di Jerman serta implikasinya terhadap pertahanan kawasan.

“NATO sedang bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memahami rincian keputusan terkait penyesuaian kekuatan di Jerman,” katanya dalam pernyataan resmi, Sabtu (2/5/2026).

Berdasarkan rencana awal, proses penarikan pasukan diperkirakan berlangsung dalam rentang enam hingga 12 bulan.

Jerman selama ini menjadi salah satu basis militer utama Amerika Serikat di Eropa sekaligus pusat logistik penting bagi operasi NATO.

Rencana pengurangan personel tersebut dinilai dapat memengaruhi konfigurasi keamanan kawasan, terutama saat Eropa sedang meningkatkan kapasitas pertahanannya sendiri.

Keputusan Washington juga datang di tengah hubungan yang sempat memanas dengan sejumlah negara Eropa.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa waktu terakhir beberapa kali mendesak sekutu Eropa meningkatkan kontribusi pertahanan dan mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanan regional.

Trump juga mendorong negara-negara anggota NATO agar memperbesar belanja pertahanan mereka.

Pada pertemuan NATO sebelumnya, negara-negara anggota menyepakati target peningkatan anggaran pertahanan hingga 5 persen dari masing-masing anggaran nasional.

Sementara itu, pemerintah Jerman menyatakan telah mengantisipasi kemungkinan perubahan kehadiran militer AS di wilayahnya.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan Eropa memang perlu memperkuat kemandirian pertahanan di tengah perubahan dinamika global.

Menurutnya, Jerman saat ini tengah mempercepat modernisasi angkatan bersenjata, pengadaan peralatan militer, dan pembangunan infrastruktur pertahanan.

“Eropa perlu mengambil peran lebih besar untuk keamanan kawasan,” ujarnya.

Sejumlah analis menilai langkah AS menunjukkan adanya penyesuaian prioritas strategis Washington.

Selain Eropa, perhatian keamanan Amerika kini juga semakin banyak tertuju pada kawasan Indo-Pasifik dan perkembangan hubungan dengan China.

Perubahan penempatan pasukan tersebut diperkirakan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Amerika Serikat dalam menata ulang distribusi kekuatan global.

Meski demikian, NATO menegaskan aliansi tetap yakin terhadap kemampuan kolektif anggotanya dalam menjaga sistem pertahanan bersama.

Aliansi itu juga menyebut perubahan kehadiran pasukan AS justru memperkuat urgensi bagi negara-negara Eropa untuk terus meningkatkan kesiapan pertahanan mereka sendiri.

Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut terkait lokasi baru penempatan pasukan AS yang ditarik dari Jerman maupun dampak operasional jangka pendek terhadap NATO.

Penulis: Tim Redaksi

Sumber: Al Jazeera

Berita Terkait

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh
Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai
Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah
Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat
Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres
Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel
Vance Sampaikan Kekhawatiran Stok Rudal AS ke Trump, Muncul Perbedaan Pandangan di Internal Pemerintahan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:01 WIB

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:41 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh

Senin, 4 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:50 WIB

AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:33 WIB

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:28 WIB

Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat

Rabu, 29 April 2026 - 11:44 WIB

Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres

Rabu, 29 April 2026 - 11:03 WIB

Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB