Lumineerdaily.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan peluang berakhirnya ketegangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih terbuka apabila Teheran bersedia memenuhi syarat dalam kesepakatan yang tengah dibahas.
Namun di saat yang sama, Trump juga mengeluarkan peringatan keras bahwa operasi militer dapat kembali dilanjutkan dengan intensitas lebih besar jika Iran menolak kesepakatan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Rabu (8/5/2026).
Dalam unggahannya, Trump menyebut konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dapat dihentikan apabila ada komitmen dari Teheran sesuai poin-poin yang telah dibicarakan dalam proses negosiasi.
“Dengan asumsi Iran menyetujui apa yang telah disepakati, maka operasi ini dapat berakhir,” tulis Trump.
Meski demikian, ia mengakui kesepakatan tersebut belum final dan masih bergantung pada keputusan Iran.
Trump juga menyinggung keberhasilan blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat di sekitar jalur strategis Timur Tengah.
Menurut dia, kebijakan tersebut dinilai efektif dalam mengendalikan lalu lintas maritim, termasuk membuka kembali akses di Selat Hormuz apabila situasi stabil.
Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Sebagian besar distribusi minyak global melewati kawasan ini, sehingga setiap gangguan keamanan di wilayah tersebut berpotensi memicu gejolak harga energi internasional.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya menyatakan kapal induk USS George H.W. Bush bersama sejumlah kapal perang, pesawat tempur, dan personel militer dikerahkan untuk mendukung operasi keamanan maritim di kawasan.
Menurut CENTCOM, pengerahan tersebut merupakan bagian dari penegakan blokade laut terhadap Iran.
Dalam keterangannya, CENTCOM menyebut puluhan kapal komersial telah diminta mengubah jalur atau kembali ke pelabuhan guna mematuhi kebijakan keamanan yang diterapkan.
Langkah ini menunjukkan konflik tidak hanya berlangsung dalam bentuk tekanan diplomatik dan ancaman militer, tetapi juga berdampak langsung pada jalur perdagangan internasional.
Trump menegaskan apabila Iran menolak persyaratan yang diajukan, maka pemboman terhadap target-target terkait dapat kembali dilakukan.
Ia bahkan menyebut serangan berikutnya bisa berlangsung dengan “tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi.”
Meski begitu, Trump tidak mengungkap secara rinci isi kesepakatan yang sedang dinegosiasikan maupun tenggat waktu yang diberikan kepada Iran.
Belum ada penjelasan resmi terkait syarat spesifik yang harus dipenuhi Teheran.
Pemerintah Iran hingga kini juga belum memberikan respons terbuka terhadap pernyataan terbaru Trump.
Situasi ini memperlihatkan jalur diplomasi masih berjalan berdampingan dengan tekanan militer yang terus dipertahankan.
Di satu sisi, pernyataan Trump membuka ruang negosiasi dan kemungkinan deeskalasi konflik.
Namun di sisi lain, ancaman serangan lanjutan menunjukkan risiko eskalasi di kawasan Timur Tengah masih cukup tinggi.
Ketidakpastian ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian pasar global, terutama sektor energi, pelayaran, dan geopolitik kawasan.
Penulis: Tim
Editor: Redaksi
Sumber: Anandolu












