Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat

- Pewarta

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pasukan Israel melakukan operasi keamanan di wilayah Tepi Barat di tengah meningkatnya ketegangan dan bentrokan dengan warga Palestina. Foto: Anadolu

Sejumlah pasukan Israel melakukan operasi keamanan di wilayah Tepi Barat di tengah meningkatnya ketegangan dan bentrokan dengan warga Palestina. Foto: Anadolu

RAMALLAH, lumineerdaily.com – Ketegangan di wilayah Tepi Barat kembali meningkat setelah seorang warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel dalam operasi militer di kota Silwad, sebelah timur Ramallah.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan korban bernama Abdel Halim Ruhi Hammad (37). Informasi tersebut diterima melalui Otoritas Umum Urusan Sipil Palestina yang melaporkan korban meninggal dunia setelah mengalami luka tembak dalam operasi yang berlangsung pada hari yang sama.

Dalam keterangannya, otoritas Palestina juga menyebut jenazah korban masih ditahan oleh pihak Israel.

Insiden ini terjadi saat pasukan Israel melakukan penggerebekan di Silwad pada dini hari. Sejumlah saksi mata mengatakan operasi dimulai sekitar pukul 01.30 waktu setempat dengan melibatkan penggeledahan rumah-rumah warga.

Menurut keterangan warga kepada media setempat, pasukan Israel memasuki sejumlah kawasan permukiman dan melakukan pemeriksaan intensif. Dalam proses tersebut, aparat juga disebut membawa seorang warga yang mengalami luka dari kediaman keluarga korban.

Militer Israel memberikan versi berbeda terkait insiden tersebut. Dalam pernyataan resminya, militer menyebut dua tentaranya terluka setelah diserang oleh dua orang saat menjalankan operasi di desa Silwad. Kedua personel tersebut telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun, detail lebih lanjut mengenai kronologi bentrokan maupun kondisi pihak lain belum dijelaskan secara rinci.

Peristiwa ini menambah daftar panjang eskalasi keamanan di Tepi Barat yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Pasukan Israel diketahui rutin melakukan operasi keamanan di berbagai wilayah Palestina, termasuk penggerebekan rumah warga, penahanan, serta operasi pencarian yang kerap memicu bentrokan dengan penduduk lokal.

Situasi di Tepi Barat semakin memanas sejak pecahnya konflik besar pada Oktober 2023. Menurut data Perhimpunan Tahanan Palestina, lebih dari 23.000 penangkapan telah terjadi di wilayah tersebut sejak periode tersebut.

Sementara itu, data resmi Palestina mencatat sedikitnya 1.154 warga Palestina meninggal dunia akibat operasi militer maupun serangan yang terjadi di Tepi Barat, dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Selain operasi militer, wilayah ini juga menghadapi peningkatan ketegangan akibat serangan oleh pemukim Israel yang kerap memicu konflik baru di sejumlah area sensitif.

Meningkatnya kekerasan di Tepi Barat turut memicu perhatian komunitas internasional. Sejumlah organisasi kemanusiaan dan lembaga hak asasi manusia berulang kali menyerukan perlindungan terhadap warga sipil serta mendorong penurunan eskalasi di kawasan tersebut.

Hingga kini, situasi keamanan di Tepi Barat masih dinilai sangat rapuh, dengan potensi bentrokan baru yang dapat terjadi sewaktu-waktu di tengah operasi keamanan yang terus berlangsung.

Insiden di Silwad kembali menunjukkan bahwa ketegangan di wilayah Palestina tidak hanya berpusat di Gaza, tetapi juga meluas ke Tepi Barat dengan dinamika konflik yang terus berkembang.

Penulis: Redaksi

Editor: Redaksi (opsional)

Sumber: Anadolu

Berita Terkait

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh
Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai
AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa
Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah
Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres
Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel
Vance Sampaikan Kekhawatiran Stok Rudal AS ke Trump, Muncul Perbedaan Pandangan di Internal Pemerintahan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:01 WIB

Trump Buka Peluang Akhiri Konflik dengan Iran, Tapi Ancam Serangan Dilanjutkan Jika Negosiasi Gagal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:41 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Gencatan Senjata Kian Rapuh

Senin, 4 Mei 2026 - 21:27 WIB

Pohon Kehidupan di Tengah Gurun Bahrain, Bertahan Hidup Lebih dari 400 Tahun Tanpa Sungai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:50 WIB

AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, NATO Pelajari Dampaknya terhadap Keamanan Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:33 WIB

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Korban Terus Bertambah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:28 WIB

Warga Palestina Tewas dalam Operasi Militer Israel di Tepi Barat, Ketegangan Kian Meningkat

Rabu, 29 April 2026 - 11:44 WIB

Perang AS-Iran Masuk Hari ke-60, Trump Hadapi Tenggat Persetujuan Kongres

Rabu, 29 April 2026 - 11:03 WIB

Kematian Ali Khamenei Ubah Arah Isu Nuklir Iran, Kekhawatiran Baru Muncul di Israel

Berita Terbaru

Foto: Raker Komisi IV DPRD Trenggalek dan manajemen RSUD Dr. Soedomo, Rabu (20/5/2026).

Trenggalek

DPRD Trenggalek Kritik Pelayanan RSUD dan Aturan BPJS

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:00 WIB