Lumineerdaily.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Sudan, menyusul serangan terhadap fasilitas kesehatan yang menimbulkan banyak korban jiwa.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya Stephane Dujarric, menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang menargetkan rumah sakit di wilayah Darfur Timur. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan puluhan korban meninggal, termasuk tenaga kesehatan dan warga sipil.
PBB menilai serangan terhadap fasilitas medis merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Dalam aturan tersebut, fasilitas kesehatan dan tenaga medis seharusnya mendapatkan perlindungan penuh di tengah konflik bersenjata.
Sejak konflik pecah pada 2023, kondisi sektor kesehatan di Sudan terus memburuk. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan ratusan fasilitas medis terdampak serangan, dengan ribuan korban jiwa yang tercatat.
PBB mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk segera menghentikan kekerasan dan menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi kemanusiaan. Upaya deeskalasi dinilai penting untuk membuka ruang dialog dan bantuan kemanusiaan.
Selain itu, PBB juga mendorong para pihak untuk kembali ke jalur diplomasi melalui mediasi internasional. Proses perundingan diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan gencatan senjata yang berkelanjutan serta solusi politik yang inklusif bagi Sudan.Organisasi dunia tersebut menegaskan kesiapannya untuk mendukung setiap langkah menuju perdamaian. Di tengah situasi yang semakin kompleks, komunitas internasional diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai demi melindungi warga sipil.







