PBB Kecam Serangan Fasilitas Medis di Sudan, Desak Penghentian Pertempuran

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumineerdaily.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Sudan, menyusul serangan terhadap fasilitas kesehatan yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya Stephane Dujarric, menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang menargetkan rumah sakit di wilayah Darfur Timur. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan puluhan korban meninggal, termasuk tenaga kesehatan dan warga sipil.

PBB menilai serangan terhadap fasilitas medis merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Dalam aturan tersebut, fasilitas kesehatan dan tenaga medis seharusnya mendapatkan perlindungan penuh di tengah konflik bersenjata.

Sejak konflik pecah pada 2023, kondisi sektor kesehatan di Sudan terus memburuk. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan ratusan fasilitas medis terdampak serangan, dengan ribuan korban jiwa yang tercatat.

PBB mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk segera menghentikan kekerasan dan menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi kemanusiaan. Upaya deeskalasi dinilai penting untuk membuka ruang dialog dan bantuan kemanusiaan.

Selain itu, PBB juga mendorong para pihak untuk kembali ke jalur diplomasi melalui mediasi internasional. Proses perundingan diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan gencatan senjata yang berkelanjutan serta solusi politik yang inklusif bagi Sudan.Organisasi dunia tersebut menegaskan kesiapannya untuk mendukung setiap langkah menuju perdamaian. Di tengah situasi yang semakin kompleks, komunitas internasional diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai demi melindungi warga sipil.

Berita Terkait

AS Kehilangan Belasan Drone di Timur Tengah, Intensitas Konflik dengan Iran Meningkat
Trump Sindir Armada Inggris, Retakan Aliansi Barat Makin Terbuka di Tengah Ketegangan Iran
AS dan Iran Dijadwalkan Bertemu Pekan Ini di Tengah Ketegangan Kawasan
Uji Rudal Iran Bikin Dunia Waspada, Jangkauan Meluas hingga 4.000 Km
PBB Soroti Eskalasi Timur Tengah, Konflik Dinilai Kian Tak Terkendali
Kim Jong Un Tegaskan Dukungan ke Rusia, Hubungan Kedua Negara Makin Erat
Korut Tampilkan Sistem Roket Baru Jelang Kongres Partai, Perkuat Sinyal Militer
Kim Jong Un Kembali Duduki Puncak Kekuasaan, Proses Politik Korut Tuai Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 04:47 WIB

AS Kehilangan Belasan Drone di Timur Tengah, Intensitas Konflik dengan Iran Meningkat

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:34 WIB

Trump Sindir Armada Inggris, Retakan Aliansi Barat Makin Terbuka di Tengah Ketegangan Iran

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:44 WIB

AS dan Iran Dijadwalkan Bertemu Pekan Ini di Tengah Ketegangan Kawasan

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:07 WIB

Uji Rudal Iran Bikin Dunia Waspada, Jangkauan Meluas hingga 4.000 Km

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:40 WIB

PBB Kecam Serangan Fasilitas Medis di Sudan, Desak Penghentian Pertempuran

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:35 WIB

PBB Soroti Eskalasi Timur Tengah, Konflik Dinilai Kian Tak Terkendali

Rabu, 25 Maret 2026 - 05:32 WIB

Kim Jong Un Tegaskan Dukungan ke Rusia, Hubungan Kedua Negara Makin Erat

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:49 WIB

Korut Tampilkan Sistem Roket Baru Jelang Kongres Partai, Perkuat Sinyal Militer

Berita Terbaru