Tulungagung – Badan Riset dan Inovasi Daerah Tulungagung mendorong masyarakat untuk lebih aktif melindungi hasil karya dan inovasi melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Upaya ini dinilai penting untuk mencegah potensi klaim atau penyalahgunaan karya oleh pihak lain.
Kepala BRIDA Tulungagung, Wahiyd Masrur, menegaskan bahwa setiap karya yang lahir dari proses kreativitas maupun riset memiliki nilai hukum yang perlu dijaga. Menurutnya, perlindungan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas ide dan kerja intelektual seseorang.
“Setiap inovasi atau karya memiliki potensi ekonomi dan nilai strategis. Tanpa perlindungan, sangat rentan diklaim atau dimanfaatkan pihak lain tanpa izin,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
BRIDA membuka layanan fasilitasi pendaftaran HAKI bagi individu maupun kelompok. Proses ini mencakup pendampingan sejak tahap awal hingga pengajuan ke instansi terkait di tingkat pusat.
Berbagai jenis karya dapat didaftarkan, mulai dari produk teknologi, karya seni, merek usaha, hingga ekspresi budaya. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh potensi lokal memiliki perlindungan hukum yang jelas.
Selain itu, BRIDA juga melakukan proses verifikasi terhadap setiap pengajuan. Tahap ini penting untuk memastikan bahwa karya yang didaftarkan benar-benar orisinal dan belum tercatat atas nama pihak lain. Dalam beberapa kasus, verifikasi dapat melibatkan lembaga di tingkat provinsi maupun kementerian.
“Verifikasi menjadi kunci agar tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan. Kami ingin memastikan yang mendaftar adalah benar pemilik karya,” kata Wahiyd.
Tak hanya itu, BRIDA juga menyediakan bantuan penyusunan dokumen kajian bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam melengkapi persyaratan administratif. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses pengajuan sekaligus meningkatkan kualitas pendaftaran.
Menariknya, layanan fasilitasi ini diberikan tanpa biaya bagi masyarakat umum. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan inovasi lokal.
Namun demikian, untuk kepentingan tertentu yang bersifat komersial berskala besar, dimungkinkan adanya penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya layanan ini, BRIDA berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya HAKI semakin meningkat. Perlindungan hukum dinilai bukan hanya menjaga hak pencipta, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis inovasi.
“Potensi lokal Tulungagung sangat besar. Jika dilindungi dengan baik, bisa menjadi kekuatan ekonomi baru,” pungkasnya.
(gun).







